Warga Berharap Vila Diganti Jadi Tempat Wisata

Vila Bodong di TN Halimun

Warga Berharap Vila Diganti Jadi Tempat Wisata

- detikNews
Kamis, 04 Feb 2010 03:50 WIB
  Warga Berharap Vila Diganti Jadi Tempat Wisata
Jakarta - Masyarakat sekitar Taman Nasional Gunung Halimun merasa resah dengan keberadaan vila bodong milik para pejabat dan artis. Keberadaan vila tersebut terkesan negatif. Penggunaan lahan sebaiknya untuk kawasan wisata saja.

"Dari aspek lingkungan hidup. Itu akan jauh lebih baik. Daripada tembok-tembok yang kita lihat, lebih baik tanaman hijau," kata Camat Pamijahan, Mulyadi, saat ditemui di kantornya, Jl Gunung Salak Endah, Kabupaten Bogor, Jabar, Rabu (3/2/2010).

Selain itu, ada prospek bisnis yang jauh lebih menguntungkan bagi warga jika kawasan tersebut dijadikan tempat wisata alam. Keterlibatan warga sebagai tour guide, penyedia makanan, dan penginapan sederhana bisa dimaksimalkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Mulyadi menambahkan, memang perlu ada penginapan yang disediakan bagi para turis. Hanya saja, jumlahnya tidak boleh lebih dari 5 persen lahan. Selain itu, posisinya harus berada di luar kawasan hutan lindung.

"Nanti dipertimbangkan juga lahan parkir. Objek wisatanya, promosinya dan lain-lain," lanjutnya.

Jika hal itu diwujudkan, maka baik pelaku usaha maupun warga akan diuntungkan. Tidak seperti yang terjadi sekarang. Warga tidak menerima sepeser pun hasil dari vila-vila bodong tersebut.

"Kalau ada musibah saja, seperti ada yang hanyut waktu itu orang Tangerang. Minta bantuan ke warga. Pengelola vilanya mana mau tanggung jawab," jelasnya.

Ketua KNPI setempat, Bukhori sebelumnya menyatakan, perilaku para pendatang yang menginap di vila-vila tersebut juga mulai mengkhwatirkan. Dalam momen tertentu, seperti perayaan malam tahun baru dan libur besar lainnya, kawasan yang seharusnya tenang, berubah jadi tempat disko.

"Ramai sekali, jalan penuh. Orang minum dan berbuat seenaknya. Saya khawatir penduduk sekitar yang identik dengan religius terkontaminasi," tegasnya.

Untuk itu, ia pun mengamini perubahan kawasan tersebut murni jadi tempat wisata. Sebab, banyak objek yang belum terjamah dan tidak kalah kualitasnya dengan kawasan lain.

"Saya yakin kalau dikelola secara baik, akan mampu menjadi yang terbaik di Jawa Barat," harapnya.

(mad/lrn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads