"Mereka menggunakan istilah hari panen," kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang saat jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (3/2/2010).
Menurut Edward, pelaku tidak langsung menggasak uang nasabah setelah mencopy data rekening ATM. Tapi, mereka menunggu waktu tertentu yang digunakan korban menambah saldo rekeningnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan istilah 'hari panen' tersebut, kata Edward didapatkan polri saat membongkar barang bukti yakni laptop yang disita dari beberapa pelaku. Dalam laptop tersebut, terdapat data-data korban yang akan menjadi sasaran selanjutnya.
"Pada laptop yang kami periksa kita bisa menemukan lagi sejumlah data yang mereka rekap mungkin dalam sasaran berikutnya atau dalam pengelolaan mereka," imbuh jenderal bintang dua ini.
Masa hari panen, lanjut Edward, digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.
"Di situlah mereka biasanya bergerak, sehingga mereka menandai waktu-waktu dengan hari panen. Data-data ini masih dikembangkan oleh tim kita untuk mengetahui sejauh mana data yang sudah kami temukan ini menjadi sasaran berikutnya atau daftar korban yang mereka bobol rekeningnya," tandasnya.
(ape/lrn)











































