SBY Seharusnya Perhatikan Makna Demo, Bukan Atributnya

SBY Seharusnya Perhatikan Makna Demo, Bukan Atributnya

- detikNews
Rabu, 03 Feb 2010 20:55 WIB
SBY Seharusnya Perhatikan Makna Demo, Bukan Atributnya
Jakarta - Kritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada demonstran terkait aksi unjuk rasa yang membawa kerbau dalam menyalurkan aspirasinya adalah hak Presiden. Namun sebaiknya SBY lebih memperhatikan makna demonstrasi dibanding dengan atributnya.

"Sehingga makna dari demonstrasi itu sendiri juga bisa dimengerti oleh presiden sebagai sebuah tuntutan publik atas ketidakpuasan suatu kebijakan," ujar wakil kordinator ICW Adnan Topan Husodo usai melakukan audensi dengan DPD di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2010).

Meski begitu, demonstrasi itu tetap menjadi sesuatu yang sah dan menjadi hak warga negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keluhan Presiden tentang hal itu juga menjadi hak presiden. Bagaimanapun, mungkin Presiden tersinggung karena dirinya disamakan dengan seekor kerbau gemuk, lamban dan bodoh," imbuh Adnan.

Apakah Presiden SBY terlalu berlebihan ?

"Iya, saya kira terlalu berlebihan dalam konteks itu karena akhirnya publik kemudian men-cap presiden kita sebagai tukang ngeluh, tukang ngadu, tukang lapor. Ini kan kemasannya pencitraan sehingga orang yang tertekan, orang yang lemah, dianiaya akan mendapatkan simpati publik," pungkasnya.

(mpr/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads