Warga Curigai Oknum Aparat Desa Perjualbelikan Lahan

Vila Bodong di TN Halimun

Warga Curigai Oknum Aparat Desa Perjualbelikan Lahan

- detikNews
Rabu, 03 Feb 2010 19:45 WIB
Warga Curigai Oknum Aparat Desa Perjualbelikan Lahan
Bogor - Lahan di Taman Nasional Gunung Halimun, Bogor, seharusnya digunakan untuk pertanian. Tapi pada kenyataannya banyak vila mewah berjejer. Warga setempat curiga ada oknum aparat desa yang 'bermain'.

"Saya curiga ada oknum desa yang main. Soalnya waktu itu ada petani yang disuruh berhenti sama orang desa. Memang dikasih uang," kata Mateus, salah seorang warga yang memiliki lahan garapan di Taman Nasional Gunung Halimun, Bogor, Jawa Barat saat ditemui detikcom, Rabu (3/2/2010).

Perlu diketahui, kawasan hutan lindung di TN Halimun sebagian besar memang terdiri dari hutan belantara. Namun ada tanah yang bisa digunakan sebagai lahan garapan.

Menurut Mateus, orang-orang yang berminat untuk membeli lahan di TN Halimun biasanya mendatangi aparat desa terlebih dahulu. Ada dua desa yang tercatat masuk wilayah tersebut, yakni Desa Gunung Picung dan Desa Gunung Sari.

"Setelah mendatangi orang desa. Nanti mereka mencarikan lahan. Baru disepakati harganya," lanjut Mateus.

Harga yang ditawarkan cukup bervariasi. Mulai dari Rp 75 ribu per meter hingga Rp 100 ribu per meter.

"Ada juga tanah girik yang berbatasan sama tanah Kehutanan. Itu Rp 100 ribu. Tapi yang kasian ya petaninya. Mereka disuruh pindah," paparnya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Camat Pamijahan membantah ada oknum desa yang bermain. Menurut dia, proses jual beli tanah murni dilakukan oleh kelompok veteran yang memang diberi lahan garapan oleh Departemen Kehutanan.

Namun, ia tidak menampik jika rumah dan vila di kawasan tersebut tercatat dalam RT atau RW Desa Gunung Picung dan Gunung Sari.

"Itu memang tercatat. Tapi kalau vila-vilanya saya nggak tahu. Masuk wilayah desa atau tidak," kilahnya.

(mad/nwk)


Berita Terkait