Menko Polhukam: Demo Tak Dilarang, Tapi Harus Pantas & Patut

Menko Polhukam: Demo Tak Dilarang, Tapi Harus Pantas & Patut

- detikNews
Rabu, 03 Feb 2010 18:42 WIB
Jakarta - Komentar Presiden SBY atas demonstrasi dengan kerbau yang ditempeli gambar dirinya menimbulkan kontroversi di masyarakat. Namun, Menkopolhukam mengatakan demonstrasi tidak dilarang asalkan patut dan pantas.

"Demo tidak dilarang. Tapi kalau kita sama sekali bebas, apakah boleh misalkan kita telanjang (saat demo)? Dan kita tidak pernah meminta pelaku itu ditangkap dan ditahan oleh polisi. Tapi dilihat lah nilai kepatutannya," ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto di Istana Cipanas, Bogor, Rabu (3/2/2010).

Soal adanya pendapat yang meminta pendemo ditindak, Djoko mengatakan tindakan itu tidak ada dasar hukumnya. Djoko mengaku sering mendapat pertanyaan apakah demonstrasi yang digelar tergolong pantas atau tidak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djoko menjelaskan, gagalnya demonstrasi kerbau di Bunderan Hotel Indonesia (HI)  Rabu ini bukan karena dilarang. Tetapi semata-mata karena faktor keamanan masyarakat umum. "Ya mungkin kerbaunya mengganggu lalu lintas. Jadi dilarang," terangnya.

Lebih lanjut Djoko meminta pemberitaan media tidak melulu masalah kerbau. Padahal, menurutnya, ada hal lain yang sedang berlangsung di Istana Cipanas.

"Saya mengkritik media yang dikutip cuma masalah itu saja (kerbau-red). Tidak memuat apa secara keseluruhan dalam raker hari ini seperti pencapaian 100 hari kabinet dan rapat dengan para gubernur. Tapi yang dimuat hanya masalah kerbau," keluhnya.

(anw/gah)


Berita Terkait