Tak Masuk Empat Besar, Calon DPD Jateng Lapor Panwaslu
Selasa, 27 Apr 2004 12:02 WIB
Semarang -
Penghitungan suara peserta pemilu memang telah usai. Tapi, bukan berarti tak ada masalah. Terbukti, banyak kejanggalan dalam penghitungan suara. Seorang calon DPD Jateng KH Achmad Chalwani melapor ke Panwaslu karena kejanggalan tersebut sangat mempengaruhi peringkat 4 teratas calon DPD Jateng.Menurut hasil rekapitulasi penghitungan suara akhir di KPUD Jateng, peringkat pertama Dra. Hj. Nafisah Sahal Mahfudz (1.76.178), Ir Budi Santosa (1.043.376), Drs. H. Sudharto, MA (1.007.669), dan Drs. H. Dahlan Rais, M.Hum (894.271). Sedangkan, KH. Achmad Chalwani sendiri berada di peringkat 5 dengan jumlah suara total 875.710."Peringkat tersebut akan berubah kalau penghitungan suaranya benar. Berdasarkan laporan di empat daerah, jumlah selisih suara sampai puluhan ribu," kata Tim Sukses Kh. Achmad Chalwani, Isnuddin kepada detikcom di Gedung Pemilu, Jl. Veteran Semarang, Selasa (27/04/2004).Isnuddin yang hendak melaporkan kasusnya ke Panwaslu Jateng tersebut mengatakan di Purworejo suara Chalwani minus 900 suara. Kemudian di Wonosobo minus 3.170 suara, di Bergas Semarang minus 700, dan di Purbalingga suaranya bertambah 2.551 suara."Suara DPD Jateng peringkat 4 Dahlan Rais bertambah 27.224 di Purbalingga. Hal itu terjadi di Kecamatan Bukateja dan Pengadegan. Penggelembungan itu membuat ia (Dahlan Rais) peringkatnya di atas Chalwani," ujar Isnuddin.Pihak Chalwani menduga ada sekelompok orang yang memanipulasi data penghitungan suara. Di PPK Bukateja, suara Dahlan Rais 3.077, tapi ketika sampai di KPUD berubah menjadi 14.301. Sedangkan di PPK Pengadegan, suara yang seharusnya 1.707 ditulis 17.707 di tingkat KPUD.Kejanggalan yang sangat merugikan tersebut membuat Isnuddin melaporkannya ke Panwaslu. "KPUD Jateng tak pernah menggubris kami. Kalau Panwaslu tak bisa menyelesaikan kecurangan ini, maka akan lemparkan kasusnya ke MK," tegasnya.Selisih suara atau perbedaan peringkat, lanjutnya, mungkin masalah kecil. Seluruh calon DPD Jateng mengalaminya. Tapi, yang lebih penting adalah adanya upaya seseorang atau kelompok yang mencoba menciderai nilai-nilai demokrasi."Massa pendukung Chalwani siap nggrudug KPUD kalau masalah ini tak terselesaikan," ancam Isnuddin mengakhiri wawancara.
(asy/)










































