"Kami tidak sampai hati dan tidak enak hati untuk meminta kedua pejabat itu mundur. Ya kami titip supaya baik-baik saja kepada Hanura," ujar Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Senayan, Rabu (3/2/2010).
Priyo menilai, pemakzulan belum perlu dilakukan karena Golkar belum mendapat fakta-fakta. Apalagi ongkos politik pemakzulan itu mahal.
"Kita perlu 1001 malam untuk melihat apakah ada indikasi ke sana. Golkar belum melihat ada indikasi ke sana," tegasnya.
Sebelumnya, desakan Boediono dan Sri Mulyani mundur datang dari anggota Fraksi Partai Hanura, Abdillah Ahmad Fauzi.
"Rakyat sudah letih, DPR juga sudah letih dalam Pansus, karena meletihkan dari pagi sampai pukul 24.00 WIB. Maka solusinya mundur Boediono, mundur Sri Mulyani. Saya kira itu yang harus dilakukan," ujar Abdillah.
(nik/iy)










































