Para korban tewas terdiri dari empat warga asing, seorang petugas keamanan dan tiga murid sekolah yang semuanya perempuan.
Beberapa jurnalis lokal juga terluka dalam insiden berdarah di Peshawar itu. Bom tersebut meledak saat pasukan paramiliter Pakistan mengawal sekelompok warga asing dan warga setempat untuk menghadiri seremoni peresmian sekolah yang baru selesai dibangun kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Delapan orang tewas dalam ledakan ini: empat warga asing, satu petugas keamanan dan tiga pelajar putri," kata kepala kepolisian distrik Mumtaz Zarin.
"Bangunan sekolah juga rusak parah dan tiga kendaraan hancur," imbuhnya kepada kantor berita AFP, Rabu (3/2/2010).
Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani mengecam keras pengeboman tersebut. Dia memerintahkan penyelidikan atas serangan di Desa Koto, Taimargara, Peshawar itu.
"Keempat warga asing itu bekerja untuk NGO (organisasi nonpemerintah). Mereka dari komunitas internasional," kata jurubicara paramiliter Frontier Corps.
Kepolisian sedang menyelidiki kewarganegaraan keempat warga asing itu.
(ita/iy)











































