Istana: Bagaimana pun Simbol Negara Wajib Dihormati

Demo Bawa Kerbau

Istana: Bagaimana pun Simbol Negara Wajib Dihormati

- detikNews
Rabu, 03 Feb 2010 15:43 WIB
Istana: Bagaimana pun Simbol Negara Wajib Dihormati
Jakarta - Personifikasi kerbau gemuk sebagai Presiden SBY dalam unjuk rasa 100 hari SBY-Boediono sangat mencederai demokrasi. Bagaimana pun Presiden RI adalah simbol negara Indonesia dan karenanya wajib dihormati.

"Masyarakat dunia akan melihatnya sebagai rendahnya penghargaan bangsa Indonesia terhadap diri sendiri," ujar Zaenal Budiyono, analis politik kantor Kepresidenan RI, dalam perbincangan dengan detikcom,ย  Rabu (3/2/2010).

Maka sudah sepatutnya etika di dalam unjuk rasa dan motivasi aksi pada 28 Januari itu digelar untuk dipertanyakan lagi. Zaenal mengingatkan jaminan dari konstitusi adalah untuk kebebasan menyampaikan kritik dan mengemukakan pendapat yang konstruktif dan bertanggung jawab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Demokrasi hadir menjamin kemerdekaan berpendapat, bukan eksploitasi pemimpin secara destruktif yang tanpa solusi cerdas dan hanya mempertontonkan cacian," sambung Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC) ini.

Maka keprihatinan Presiden SBY terhadap aksi pembakaran foto dan penyertaan kerbau tidak sepatutnya serta merta disebut alergi kritik atau anti demokrasi. Sebab kenyataan berulang kali unjuk rasa berlangsung ditujukan kepada Presiden SBY dan itu semua ditanggapi secara positif.

"SBY terpilih melalui pemilu demokratis, sudah pasti SBY memiliki komitmen yang tinggi demi tegaknya demokrasi di Indonesiaโ€, pungkas Zaenal.

(lh/nrl)


Berita Terkait