"Presiden mestinya melihat substansi, bukan tetek bengek. Rakyat berkeluh kesah dengan kenaikan gaji pejabat, beli peswat, bagi-bagi mobil, membuat pagar, bagi-bagi komputer di DPR," kata Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) Fadjroel Rahman saat dihubungi detikcom, Rabu (3/2/2010).
Menurut dia, polisi saja tidak mempermasalahkan demonstrasi dengan menggunakan kerbau, buktinya saat aksi berlangsung tidak ada demonstran yang ditangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, semestinya presiden jangan berkeluh kesah dan terlalu sensitif. Rakyat hanya mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak populis.
"Parodinya dengan kerbau, artinya pemerintah semalas kerbau. Danย sepanjang polisi tidak mengatakan itu bukan penghinaan tidak masalah," imbuhnya.
Mestinya presiden bisa berkaca dengan parodi seperti itu. Banyak pekerjaan rumah pemerintah yang harus segera diselesaikan.
"Korupsi banyak yang tidak ditindak, kemiskinan 120 juta, dan kebijakan yang tidak populis," tutupnya.
(ndr/iy)











































