8 Penumpang Lagi Ditemukan Selamat, 39 Orang Masih Dicari

Kapal Tenggelam di Laut Aru

8 Penumpang Lagi Ditemukan Selamat, 39 Orang Masih Dicari

- detikNews
Rabu, 03 Feb 2010 12:05 WIB
Ambon - Usaha Tim SAR untuk mencari korban tenggelamnya speedboat Dolphin dan KM Binama di laut Aru sebelah utara, Kabupaten Aru, Provinsi Maluku, menemukan titik terang. Delapan penumpang KM Binama ditemukan, Rabu (3/2/2010). Sementara 7 penumpang masih dalam pencarian. 

Mereka yang berhasil diselamatkan dari kecelakaan maut itu adalah Maurits, Abdul Haris, Yosep, Reinhard L, Irwan A, Adong. N, Asan B, dan Irwan. Kedelapan penumpang ini ditemukan dalam kondisi selamat. Kapal Dolphin tenggelam akibat dihantam gelombang besar.

Tim SAR yang dipimpin Kabasarnas Marsekal Madya Sanubari SE, beranggotakan Kakansar Timika Zulfikar S.Sos, Danlanal Dobo Letkol Laut Hendro Suryono, Dinas Perhubungan Kabupaten Aru, TNI/Polri, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kesehatan dengan mengunakan KM Bonecom 21 dan KM AMC 02 hingga kini masih dikerahkan untuk mencari korban yang hilang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolres Kepulauan Aru AKBP Solihin yang dikonfirmasi detikcom mengatakan pihaknya masih terus berupaya melakukan pencarian bersama Tim SAR gabungan. "Kami masih tetap mencari korban-korban lainnya bersama Tim SAR gabungan," ujarnya.

Perwira menengah ini mengaku Tim SAR yang dikerahkan bukan hanya mencari korban penumpang Speedboat Dolphin, tetapi juga korban penumpang KM Binama 15. "Kami lakukan pencarian untuk menemukan korban dari Speedboat dan KM Binama, karena lokasi kejadiannya di sama-sama perairan Aru,”ungkapnya.

Sampai saat ini, kata Solihin, sudah 13 korban yang ditemukan. Delapan orang selamat dan 5 lainnya meninggal. Sementara sisanya masih dicari.

2 Polisi Jadi Korban


Sementara itu, tenggelamnya speedboat Dolphin juga menjadi duka institusi Polri. Sebab dua dari 34 penumpang adalah anggota polisi.  "Ada dua anggota polisi yang turut dalam pelayaran bersama speedboat Dolphin," ungkap Solihin.

Dari data yang diterima dari pelabuhan Aru dan Maluku Tenggara, dua anggota polisi tersebut masing-masing, Iptu Ronaldo Situmorang anggota Polres Malra dan Bripda Fadil Badarudin anggota Polres Kota Tual. "Keduanya hingga kini juga masih dicari keberadaannya," ujar Solihin.

Bersama dua anggota polisi itu adalah 24 WNI China yang hingga kini belum teridentifikasi. "Dari 24 itu, 8 WNI China ditemukan meninggal," papar Solihin.

Delapan jenazah warga negara China untuk sementara dikremasi menggunakan es, karena akan diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada keluarga. Sedangkan salah seorang warga Maluku Tenggara Ferna Tyanan (27) yang meninggal, sudah diserahkan pihak keluarga, dan akan dilakukan proses pemakamannya pada Rabu ini. (han/asy)


Berita Terkait