"Justru mestinya DPR yang mengkritisi, DPR mestinya malu ada demo seperti itu. Tapi ternyata pendidik, budayawan, akademisi, tokoh masyarakat diam saja. Padahal itu sangat tidak etis. Di sinilah Pak SBY muncul sebagai kepala negara dan pemimpin bangsa mengambil tanggung jawab mengingatkan itu," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Ahmad Mubarok kepada detikcom, Rabu (3/2/2010).
Menurut Mubarok, demokrasi akan maju kalau dibangun atas dasar saling menghormati dan menghargai. Sebaliknya demokrasi hanya akan melahirkan anarki jika tidak dibungkus dalam koridor etika yang disepakati bersama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mubarok yang merupakan guru besar psikologi Islam di UIN Jakarta menilai 3 sistem dalam kehidupan bermasyarakat harus berjalan beriringan.
"Sangat bahaya jika 3 pilar budaya bermartabat tidak dijalankan. 3 Pilar itu adalah menghormati orang tua, guru dan pemimpin. Melecehkan salah satu, berarti melecehkan semua," pungkasnya.
(yid/nrl)










































