Didemo, KPU Sumsel Ambil Alih Rekap KPU Kota Palembang

Didemo, KPU Sumsel Ambil Alih Rekap KPU Kota Palembang

- detikNews
Senin, 26 Apr 2004 20:00 WIB
Palembang - Setelah didemo ratusan kader Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) dan didesak 7 parpol, akhirnya rekapitulasi manual KPU Kota Palembang diambil alih KPU Sumsel. Malam ini rekapitulasi itu akan dibahas antara KPU Sumsel dengan saksi parpol.Ratusan kader PNBK pada Senin (26/4/2004) siang tadi mendatangi KPU Kota Palembang. Mereka menuntut agar penghitungan suara diulang. Sebab rekapitulasi yang dilakukan KPU Kota Palembang di Hotel Budi Palembang banyak merugikan PNBK."Suara kami hilang sekitar 2 ribu. Kami menuntut penghitungan ulang, kalau tidak kami akan ngeratak (mengamuk)," kata Ketua DPD PNBK Sumsel Febuar Rahman, yang memimpin langsung aksi tersebut.Selain aksi tersebut, perwakilan 7 parpol yakni PKB, PBB, PAN, PKPB, PNBK, PPDK, dan PNI-M, juga menuntut hal yang sama terhadap KPU Kota Palembang. Aksi 7 parpol itu diwakili tiga anggotanya yakni Rosyidah, Edi Saad, dan Dencik Naya.Akhirnya persoalan ini ditengahi anggota KPU Sumsel Ardiyan Saptawan, dan anggota Panwaslu Sumsel Hamzah Ruslin. Kemudian diputuskanlah rekapitulasi diambil alih oleh KPU Sumsel."Malam ini akan dilakukan kroscek hasil rekapitulasi perolehan suara secara manual," kata Ardiyan.Seperti diberitakan sebelumnya, KPU Kota Palembang mempunyai banyak persoalan. Selain lambannya rekapitulasi manual, juga begitu banyak isu berkaitan dengan kecurangan selama penghitungan suara. Hampir semua parpol, kecuali PDIP dan Partai Golkar, mengklaim kehilangan banyak suara.Di tengah banyaknya komplain itu, KPU Kota Palembang justru melakukan rekapitulasi bukan di kantornya, di Kamboja Palembang. Mereka justru merekap di Hotel Budi Palembang. Ironisnya, hasil rekap mereka itu banyak mendatangkan protes dari parpol. Persoalannya tentu saja berkaitan dengan perolehan suara parpol. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads