Survei itu dilakukan terhadap 1.076 orang yang telah menikah. Survei dilakukan oleh yayasan Millennium Cultural and Educational Foundation seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (2/2/2010).
Bahkan menurut hasil survei, 9,1 persen pasangan yang diwawancarai mengaku sedang dan pernah melakukan perselingkuhan.
Yayasan itu pun mengingatkan adanya "krisis ketidaksetiaan" yang meningkat di Taiwan. Hasil survei menunjukkan 11,5 persen menganggap perselingkuhan itu "permainan dan tak perlu ditanggapi dengan serius."
Lebih dari separuh peserta survei juga menganggap wajar jika berteman dekat dengan lawan jenis setelah pernikahan.
Dalam survei itu, jumlah kaum pria Taiwan yang akan menukar pasangan mereka seandainya mereka bisa, lebih kecil dibandingkan kaum wanita yang akan melakukan hal serupa. Untuk kaum pria, angkanya 17 persen.
Menurut data resmi pemerintah, angka perceraian di Taiwan terus meningkat setiap tahun dalam satu dekade terakhir.
(ita/iy)











































