"Dia menodong saya dengan pistol. Masak saya tidak bisa membedakan pistol dengan bungkus rokok," kata Iwan di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Islamic Center, Jl Ahmad Yani, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/2/2010).
Iwan kemudian menuturkan kronoligis peristiwa yang membuat jantungnya berdebar-debar itu. Menurut Iwan, kejadian itu terjadi pada 24 Januari 2010 di Waroeng Ibu, tempatnya bekerja. Saat itu Nuryadi datang bersama istri dan 6 temannya.
Tak lama setelah mengambil tempat, Nuryadi memesan aneka makanan, seperti ikan Bakar, udang Bakar, cah kangkung, dan sop iga. Namun karena pesanannya tak cepat datang, kader PDIP itu kemudian bertanya kepada Iwan.
"Belum jadi pak," ujar Iwan mengulangi jawabannya saat ditanya Nuryadi. Iwan menjawab sambil menganggukan kepala.
Tapi jawaban itu tidak bisa diterima Nuryadi. Wakil rakyat itu sudah terlanjut emosi. "Mas, walaupun makanannya datang, pasti saya buang," ungkap Iwan menirukan perkataan Nuryadi.
Usai berkata demikian, lanjut Iwan, Nuryadi kemudian agak merunduk dan kemudian berdiri tegak. Iwan langsung kaget karena tiba-tiba saja Nuryadi menodong dirinya dengan pistol.
"Lama-lama gua iiihh...!β tutur Iwan kembali menirukan ucapan Nuryadi yang geregetan sambil menodongkan pistol.
Iwan yakin, benda yang dipegang oleh Nuryadi adalah sebuah pistol bukan bungkus rokok. Menurut Iwan, saat itu dirinya langsung gemetaran karena takut. Dia kemudian pergi ke dapur untuk menemui teman-temannya.
"Senjatanya warna hitam, saya yakin itu senjata asli," tegas Iwan.
Iwan akhirnya memutuskan untuk meminta perlindungan ke LBH ICMI. Dia khawatir kasus ini berakibat buruk pada dirinya kelak. Iwan juga mengaku tak lagi pulang ke rumahnya.
Sebelumnya Nuryadi membantah dirinya telah menodong Iwan dengan pistol. Dia mengaku hanya menunjuk-nunjuk Iwan dengan tangan kanan yang memegang bungkus rokok berwarna hitam. Dia melakukan hal itu karena kesal karena sekian lama pesanannya tidak juga datang.
Nuryadi mengaku tangan kirinya memang menggenggam pistol. Tapi benda itu hanyalah pistol mainan milik anaknya yang ikut bersamanya saat itu.
(djo/djo)










































