Sempat Bantah, Kajari Sukoharjo Akui Lecehkan Wartawan

Sempat Bantah, Kajari Sukoharjo Akui Lecehkan Wartawan

- detikNews
Selasa, 02 Feb 2010 13:44 WIB
Solo - Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo, Kardi SH, melakukan pelecehan dengan mengolok-olok cacat anggota tubuh seorang wartawan. Saat ditanya wartawan Kardi bersumpah tak pernah melakukannya. Namun setelah dikonfrontir, akhirnya dia mengakui salah dan meminta maaf atas kesalahannya.

Kejadiannya terjadi ketika wartawan meliput pemeriksaan dugaan pungli dana sertifikasi guru oleh oknum pejabat Dinas Diknas Pemkab Sukoharjo, Senin kemarin. Saat itu Kajari Sukoharjo meminta wartawan keluar karena pemeriksaan saksi-saksi dilakukan secara tertutup.

Pada saat itulah Kardi yang belum lama menjabat sebagai Kajari, menunjukkan sikap kurang bersahabat dan melecehkan Beny Surya, Wartawan TAΒ  TV, dengan menyebut-nyebut cacat tangan yang disandang Benny tanpa ada niatan humor karena memang sebelumnya tak saling mengenal.

Perlakuan Kardi itulah yang dipersoalkan para wartawan. Selasa (2/2/2010) puluhan wartawan dari Forum Wartawan Surakarta (FWtS) mendatangi Kejari Sukoharjo untuk menanyakan langsung perihal tersebut kepada Kardi.

Kardi semula membantah keras telah melakukan pelcehan tersebut. Dengan nada tinggi dan berdiri tegak dia lalu mengucapkan sumpah dengan nama Tuhan dan Nabi bahwa dia tidak pernah mengucapkan hal tersebut.

Sumpah itu langsung dimentahkan sejumlah wartawan yang kemarin menyaksikan langsung tindakan Kardi terhadap Beny. Mereka siap membuka rekaman kejadian jika memang Kardi tetap membantah. Akhirnya Kardi duduk kembali dan mengaku lupa.

"Mohon maaf mungkin kejadian itu benar. Saya agak lupa. Tapi yang jelas saya tidak sadar bahwa telah melecehkan Mas Beny dengan tindakan saya tersebut. Saya akan meminta maaf atas tindakan yang tidak saya sengaja tersebut," ujar Kardi melemah.

Permintaan maaf itu ditolak wartawan karena kesalahan Kardi bukan pada para wartawan yang hadiri tetapi kepada pribadi Beny Surya yang saat pertemuan itu tidak hadir. Kardi berjanji akan meminta maaf secara pribadi kepada Beny.

Koordinator FWtS, Ahmad Rafiq, menegaskan bahwa sebagai pejabat publik tidak sepantasnya Kardi berpikir untuk melecehkan kecacatan seseorang, apalagi sampai melakukan tindak pelecehan.

"Semua orang dilahirkan tidak sempurna, semua punya kekurangan dan kecacatan. Namun tidak ada cacat yang lebih berbahaya dan mengerikan dibanding cacat pikir. Lebih mengerikan lagi jika cacat pikir itu disandang seorang pejabat publik yang seharusnya melindungi dan melayani semua kalangan," ujar Rafiq.

(mbr/djo)


Berita Terkait