"Mestinya terdakwa dapat menahan diri untuk tidak bertemu karena (akan menjadi) beban pekerjaan," kata Cirus saat membacakan replik di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Selasa (2/2/2010).
Menurut Cirus, Antasari seharusnya bisa belajar dari kisah Samson dan Delilah. Seorang hakim perkasa, pandai, dan disegani warga Israel akhirnya mati karena jebakan seorang wanita.
"Apakah anda tidak teringat dengan cerita Samson dan Delilah?" ujarnya.
Cirus mengatakan, awalnya terdakwa tidak mau merespon Rhani Juliani karena tidak menyimpan nomornya. "Tetapi ketika Rhani yang manis dan jelita mengirimkan SMS, akhirnya disambut dan bertemu di Hotel Gran Mahakam," kata Cirus.
Kemudian pertemuan terjadi hingga dua kali. JPU mempertanyakan bagaimana mungkin di antara Antasari dan Rhani yang berbeda jenis itu tidak berbuat mesum di kamar mewah tersebut.
"Kalau tidak berbuat mesum di kamar tersebut, bagaimana mungkin ada suara krusak-krusuk di dalam rekaman dan betapa senangnya terdakwa sampai memberikan uang US$ 500," ungkapnya.
(gus/iy)











































