Kapolri: Polisi Sudah Antisipasi Peringatan HUT RMS

Kapolri: Polisi Sudah Antisipasi Peringatan HUT RMS

- detikNews
Senin, 26 Apr 2004 14:09 WIB
Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Dai Bachtiar membantah anggapan bahwa aparat keamanan tidak siap menghadapi peringatan hari ulang tahun (HUT) Republik Maluku Selatan (RMS) pada 25 April. Kepolisian sudah mengantisipasinya dengan melakukan operasi-operasi yang langsung dipimpin Kapolda Maluku Irjen Pol Bambang Sutrisno."Kita sudah mengantisipasi tetapi mereka selalu saja berupaya mencuri-curi untuk mengibarkan bendera. Umumnya bendera berkibar di daerah-daerah yang sulit dijangkau seperti daerah perbukitan dan pegunungan," kata Kapolri.Kapolri, dalam jumpa pers usai kegiatan teleconference jajaran Menko Polkam, Menkes, dan Mensos dengan Polda Maluku di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Senin (36/4/2004), juga menyatakan bela sungkawa dan keprihatinannya terhadap peristiwa konflik Ambon yang menewaskan 18 orang dam menyebabkan 107 orang luka-luka.Menurut Kapolri, saat ini sudah ditahan para anggota RMS yang terlibat dalam pengibaran bendera. Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan tentang senjata dan bom rakitan yang meledak di Ambon. "Korban-korban juga akan divisum untuk melihat asal senjata dari mana."Lebih lanjut Kapolri menyatakan, ada tiga langkah utama dalam upaya meningkatkan keamanan di Ambon. Pertama, mencegah pengrusakan, penembakan, dan pembakaran di Ambon. Kedua, memproses hukum para pelaku, termasuk separatis RMS. Dan melakukan analisis penyebab bentrokan karena intelijen hingga kini masih bekerja. "Yang melanggar hukum akan ditindak. Siapa pun itu," tegasnya.Peristiwa upacara Kudamati di kediaman Alex Manupputy, menurut Kapolri, juga akan ditindaklanjuti. Polri akan mengupayakan untuk mendatangkan Manupputy yang saat ini berada di luar negeri untuk bisa dideportasi ke Indonesia.DianalisisSementara Menko Polkam ad interim Hari Sabarno menambahkan pihak intelijen berkewajiban untuk menganalisis dan mencari latar belakang bentrokan yang terjadi di Ambon. "Tentu itu menjadi kewajiban intelijen. Pusat akan membantu menganalisis dan mencari masalah dan latar belakangnya."Hari juga menyatakan pihaknya perlu melakukan pemeriksaan lanjut tentang adanya pihak ketiga yang menyusup dalam kelompok yang menentang RMS. Ia mengharapkan agar siapa pun tidak mudah memberikan tanggapan yang tidak proporsional dan akan memperkeruh suasana karena aparat kepolisian masih menyelidiki. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads