Bukan Konflik Agama
Rusuh Ambon: 18 Tewas, 107 Luka, 200 Rumah Dibakar
Senin, 26 Apr 2004 14:07 WIB
Jakarta - Pemerintah menegaskan rusuh yang terjadi di Ambon bukan konflik agama. Data terakhir menyebutkan 18 orang tewas, 107 luka-luka dan 200 rumah dibakar. Situasi di Ambon masih tegang.Demikian disampaikan Menko Polkam Ad Interim Hari Sabarno dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/4/2004). "Ini bukan konflik antar agama tetapi bentrokan antara kegiatan seremoni RMS dengan massa NKRI. Situasi masih agak tegang karena masyarakat yang setia pada NKRI masih berjaga-jaga dan pendukung RMS masih siaga," kata Hari. "Kami beserta seluruh jajaran Polkam, Kesra dan Ekonomi baru saja mengadakan teleconference dengan pejabat di Maluku baik gubernur, kapolda, pangdam ketua DPRD dan tokoh agama yang melaporkan kejadian yang terjadi sebelum tanggal 25 April hingga hari ini," ungkapnya.Dikatakan dia, dari laporan di lapangan peringatan ulang tahun RMS ke-25 Minggu (25/4/2004) kemarin telah diantisipasi oleh aparatur kepolisian TNI dan Pemda sehingga kemarin pagi sekitar pukul 07.00 WIT telah disita 52 bendera RMS yang diturunkan termasuk, menangkap 8 tersangka.Kemudian, sekitar pukul 10.00 WIT di kediaman Alex Manuputy di daerah Kuda Mati ada upacara peringatan. Setelah ditindak pelaku dibawa ke Mapolda Maluku yang kemudian diikuti ratusan masyarakat entah simpatisan RMS atau bukan.Hari mengatakan Kepolisian Maluku kemudian menegaskan pendukung dan bukan pendukung RMS untuk memisahkan diri dan 24 orang masyarakat yang mengaku simpatisan RMS diperiksa di Mapolda."Terakhir mereka membubarkan diri namun dalam perjalanan pulang ada sekelompok masyarakat yang mengaku pendukung NKRI menghadang dan terjadi benturan yang meluas diikuti dengan sejumlah pembakaran, masyarakat terluka dan meninggal dunia," kata Hari.Lebih lanjut,Hari mengatakan untuk kepentingan daerah maka pusat telah mengirimkan satu bataliyon TNI dan hari ini rencananya akan dikirim 1 bataliyon lagi. Selain TNI, polisi juga akan mengirimkan 2 SSK lagi. "Untuk kepentingan medis telah disiapkan dokter, perawat dan dokter bedah serta obat-obatan untuk dikirim ke Maluku," demikian Hari Sabarno.
(aan/)











































