Massa Hadang Pasukan TNI, Minta DM Aceh Diperpanjang

Massa Hadang Pasukan TNI, Minta DM Aceh Diperpanjang

- detikNews
Senin, 26 Apr 2004 13:45 WIB
Banda Aceh - Status darurat militer (DM) di Aceh, tinggal menghitung hari. Darurat militer yang sudah diperpanjang 6 bulan yang lalu akan berakhir pada 19 Mei mendatang.Tapi, di sejumlah daerah, masyarakat yang dikoordinir oleh Forum Perlawanan Separatis GAM (FPSG) ramai-ramai menuntut agar darurat militer kembali diperpanjang. Alasannya, mereka takut kalau TNI akan meninggalkan Aceh, begitu darurat militer usai, GAM akan kembali lagi.Seperti Senin (26/4/2004), sekitar 500 masyarakat Aceh Besar yang digerakkan oleh FPSG Aceh Besar, turun ke jalan di kawasan Lambaro, Aceh Besar. Semula mereka akan menggelar acara minta darurat militer diperpanjang.Tiba-tiba, tiga truk serta 2 panser TNI yang dipenuhi oleh pasukan TNI dari Yonif 408 melintas. Entah siapa yang memberi komando, tiba-tiba, ratusan masyarakat itu menghadang jalan truk-truk dan panser tersebut."Tolong, jangan tinggalkan kami. Kalau Bapak-bapak meninggalkan kami, pada siapa lagi kami berlindung dari ancaman GAM. Tolong, Bapak-bapak jangan pulang dari Aceh!" teriak mereka sambil memblokir jalan.Sontak saja, persimpangan Lambaro, yang menghubungkan kawasan Aceh Besar sebelah timur dengan kota Banda Aceh itu jadi macet, karena arus lalu lintas terhambat.Meski pasukan TNI itu meyakinkan mereka tidak hendak pulang, tapi anggota FPSG Aceh Besar itu bertahan, tak memberi jalan. "Kalau Bapak-bapak mau pulang juga dari Aceh, silakan. Tapi tolong, tinggalkan senjatanya. Biar kami saja yang melawan GAM," ujar Suhaimi, komandan FPSG Aceh Besar dengan lantangnya.Untung suasana ini tak berlangsung lama. Dandim Aceh Besar Letkol Joko Warsito turun ke lapangan dan mencairkan suasana. Akhirnya, pasukan TNI itu diberi jalan untuk meneruskan sisa perjalanannya.IsuFenomena maraknya permintaan rakyat agar darurat militer diperpanjang, disebutkan Joko Warsito, karena akhir-akhir ini, GAM mulai meniupkan isu bahwa jika darurat militer tidak diperpanjang, pasukan TNI akan kembali ditarik. "Jadi, masyarakat yang selama ini dekat dan membantu TNI jadi takut. Karena mereka diancam, jika TNI sudah ditarik dari Aceh, mereka akan dibunuh oleh GAM," terang Joko Warsito pada wartawan.Karena itu, kata Joko, pasukan Yon 408 yang kebetulan lewat, dikira akan pulang. Padahal mereka hanya bergeser saja. "Saya geser dari lokasi-lokasi yang sudah mulai aman ke daerah-daerah yang masih rawan," tambahnya.Sampai saat ini menurut Joko, kekuatan GAM di Aceh Besar, diperkirakan masih banyak. Soalnya, dari laporan yang ada, Aceh Besar merupakan tempat yang dijadikan anggota GAM dari berbagai daerah untuk mengamankan diri. "Mereka bersembunyi di hutan-hutan sekitar Aceh Besar ini," lanjutnya.Sedangkan untuk kekuatan senjata, berkisar 250 pucuk lagi yang beredar di kawasan Aceh Besar. "Tadi juga kita dapat laporan dari masyarakat bahwa ada sekitar 60 orang GAM berada di kawasan Ujung Pancu," kata Joko.Selain di Aceh Besar, dalam pekan-pekan terakhir ini, gerakan masyarakat yang minta perpanjangan darurat militer juga terjadi di Aceh Jaya, Pidie, Aceh Utara dan beberapa tempat lainnya.40% LagiPangdam Iskandar Muda Mayjen Endang Suwarya beberapa waktu lalu menyebutkan, kekuatan GAM dalam setahun belakangan ini sejak digelarnya darurat militer -- tinggal 40 persen lagi.Meski sudah banyak melumpuhkan anggota GAM, baik sipil maupun kombatan, TNI sampai saat ini belum juga berhasil menangkap para petinggi elit GAM. Seperti Muzakir Manaf, Sofyan Dawod, Ishak Daud dan Darwis Jeunib."Darurat militer akan berakhir, tapi pentolan GAM belum juga ditangkap. Itu berarti, GAM-GAM itu masih kuat. Sekarang-sekarang ini mereka sudah turun dan memantau situasi. Kami takut, kalau mereka kembali beraksi jika darurat militer usai," tukas Suhaimi gusar, usai acara FPSG di Lambaro, Aceh Besar. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads