Meski UAN 'Diperlunak', Rencana Demo Jalan Terus

Meski UAN 'Diperlunak', Rencana Demo Jalan Terus

- detikNews
Senin, 26 Apr 2004 13:30 WIB
Jakarta - Mendiknas Malik Fadjar 'memperlunak' Ujian Akhir Nasional (UAN) menjadi memperhatikan situasi daerah dan ada UAN ulangan bagi yang tidak lulus. Perubahan ini menunjukkan Mendiknas tidak melakukan kajian lebih dahulu tentang UAN. Sedangkan rencana aksi demo menolak UAN pun tetap dirancang.Demikian disampaikan Koordinator Koalisi Pendidikan, Suparman, menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan hearing dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/4/2004). Hearing itu materi utamanya adalah soal UAN yang diterapkan untuk kelas 3 SMP dan kelas 3 SMA pada Mei nanti.Sekadar diketahui, pada Jumat malam lalu Mendiknas menyatakan bahwa sertifikasi standar nasional dalam pelaksanaan ujian akhir nasional akan disesuaikan dengan kondisi daerah. Daerah yang masih tergolong rendah kompetensi atau kualitas pendidikannya akan diberi kelonggaran dalam pelaksanaan ujian akhir tersebut.Daerah yang tidak mampu tidak akan dituntut melebihi kemampuannya. Namun demikian, pengujian atas tiga mata pelajaran yang dijadikan standar penilaian, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, wajib dilakukan. Depdiknas akan memberikan kesempatan kepada siswa yang tidak lulus UAN untuk mengikuti ujian ulangan yang akan diadakan beberapa bulan kemudian.Meski ada pelunakan soal UAN -- belum jelas apa sudah tersosialisasikan dan bagaimana mekanismenya -- Koalisi Pendidikan menilai bahwa perubahan sikap Mendiknas bukanlah solusi yang substantif. "UAN tidak bisa dijadikan satu-satunya penentu kelulusan. Dan itu harus dilakukan oleh guru," tegas Suparman yang tetap meminta UAN dengan passing grade 4,01 untuk Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang soalnya dikirim dari pusat itu, untuk tidak diberlakukan."Kami tetap meminta kewenangan kelulusan dan evaluasi dikembalikan ke guru dan sekolah," tegas Suparman.Menurutnya, perubahan sikap Mendiknas itu menandakan Mendiknas tidak memahami subtansi yang diinginkan masyarakat dan kritikan para pakar. "Itu juga memperlihatkan dalam menentukan kebijakan, Mendiknas tidak melakukan pengkajian sebelumnya," kritiknya.Suparman juga mengancam untuk tetap menggelar aksi demonstrasi menolak UAN. "Kami akan tetap tetap melaksanakan aksi menolak besar-besaran, baik di pusat maupun di daerah, bahwa kami tetap tidak setuju pelaksanaan UAN. Dan perubahan yang dilakukan oleh Mendiknas, bukan yang substantif," demikian Suparman.Sekadar diketahui, UAN sendiri akan digelar mulai minggu kedia Mei. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads