"Saya gusar dengan pola-pola kepemimpinan yang mementingkan popularitas dan menomorduakan substansi menjadi seorang pemimpin yang terpilih secara demokrtis," ujar Syafii dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (1/2/2010) malam.
Menurut Syafi'i, The real leader adalah pemimpin yang berkomitmen dan bekerja keras sesuai panggilan nurani rakyatnya dengan tegas dan negarawan.
"Kita merindukan sosok-sosok pemimpin yang rela menjadi telinga dan mata bagi pencari keadilan, pendamba kesejahteraan, dan pengayom bagi masyarakat bawah", lanjutnya.
Oleh karena itu, Maarif Institute pun menggelar Maarif Award Program yang sudah dilaksanakan sejak 2007 lalu itu memiliki sasaran organisasi sosial keagamaan, organisasi sipil, dan NGO yang selama ini memperjuangkan pluralisme, HAM dan pencapaian demokrasi yang subtantif. Β
"Kita harus membela demokrasi dan pluralisme bangsa ini secara kongkrit, bukan atas dasar kepura-puraan yang pasti rapuh," kata Syafii.
Pencarian dan penominasian MAARIF Award sudah dimulai sejak akhir Januari lalu dan akan ditutup tanggal 30 Maret mendatang.
Tertarik mencoba menjadi pemimpin alternatif?
(amd/rdf)











































