Merasa 'Dicatut', Tunarungu Lapor Ke DPR

Merasa 'Dicatut', Tunarungu Lapor Ke DPR

- detikNews
Senin, 01 Feb 2010 22:52 WIB
Jakarta - Beberapa pengurus organisasi tunarungu nasional hari ini mengunjungi Gedung DPR. Rupanya mereka tidak terima nama mereka dicatut oleh LSM saat demo besar-besaran 28 Januari lalu.

Ketua Umum DPP Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Aprizar Zakaria, Ketua Umum DPP Perhimpunan Olahraga Tunarungu Indonesia (Porturin) Harpalis Alwi dan Ketua Yayasan Sehat Sehat Jiwa Raga (Sehjira) Rachmita Harahap ditemui dua anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat (FPD) Ramadhan Pohan dan Saan Mustofa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, (1/2/2010).

"Mereka yang ikut demo dibayar Rp 250 ribu perorang," keluh Rachmita saat menyampaikan sikap organisasi tunarungu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rachmita mengaku kesal orang-orang susah masih juga dicatut namanya. Rachmita menyerahkan bukti-bukti berupa foto keikutsertaan beberapa penyandang cacat yang ikut dan membawa bendera organisasinya dalam aksi besar- besaran tersebut.

"Unjuk rasa itu hak yang dijamin dalam UU, tetapi harus ada etikanya," ujarnya emosi.

"Kami tidak pernah ikut secara organisasi," keluhnya.

Sementara itu Aprizar Zakaria menjelaskan bahwa pelaku penyuapan adalah aktifis LSM Bendera. Anggota organisasi Aprizar mengaku didekati oleh beberapa oknum dari LSM tersebut sehari sebelum demo digelar.

"Saya ingat dia bilang dari Bendera," kata Aprizar saat dimintai keterangan Ramadhan.

Ramadhan sendiri menyampaikan akan mendengarkan apa yang disampaikan oleh organisasi tunarungu. "Akan kita klarifikasi dan kita luruskan," jelasnya.

(van/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads