Buku tersebut diterbitkan oleh Jaringan Nusantara dan Senopati Media di Domus Cafe, Jalan Veteran, Jakarta, Senin (1/2/2010).
Peluncuran buku tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh antara lain pengamat politik Fachry Ali, pakar komunikasi Soeyanto dan CEO Senopati Media sekaligus penulis buku, Setiyardi Negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Setiyardi, buku "Indonesia Atasi Krisis,Β Pansus Century Hadiahnya" adalah fakta tentang sebuah negeri yang berhasil lolos dari jurang kematian krisis ekonomi. Fakta itu tersusun dengan baik detik demi detik, menit demi menit di pelbagai media.
"Jika membaca buku ini, dengan segera kita akan tersedot pada saat-saat menegangkan, ketika ancaman krisis ekonomi 2008 mengetuk pintu Indonesia. Apalagi, sebagian besar pembaca buku ini, Saya yakini adalah generasi yang masih dapat mengingat betapa krisis ekonomi adalah mimpi buruk yang tak mudah diatasi," ujar Setiyardi.
Setiyardi menambahkan, tujuaan penerbitan buku ini juga untuk memberi gambaran sikap para elite politik ketika krisis 2008 berlangsung. "Saya sengaja menyusun kliping media pada periode Oktober 2008 hingga Januari 2009. Soalnya, selama ditulis oleh wartawan yang baik dan jujur, kliping merupakan dokumen publik yang penting. Bisa jadi, buku ini menjadi pemicu bagi sekelompok elite yang mengalami amnesia politik, agar ingatan mereka soal apa dan bagaimana krisis ekonomi Indonesia 2008 kembali pulih," tukas Setiyardi.
Sementara Fachry Ali menilai, buku ini bisa menjadi penyeimbang. Lewat buku ini publik bisa melihat persoalan bailout Bank Century dalam perspektif situasi dan kondisi tahun 2008.
Lebih jauh Fachry mengatakan, buku seperti ini diperlukan agar para wartawan kembali mengingat apa yang pernah mereka tulis, dan apa sikap mereka di masa lalu.
Buku "Indonesia Atasi Krisis, Pansus Century Hadiahnya" ini terdiri dari 600 halaman. Buku ini telah didistribusikan ke sejumlah toko buku dengan harga Rp 150 ribu per edisi yang terdiri dari tiga jilid.
(djo/rdf)











































