"Hari Jumat (28/1) lalu, petugas dari Kepolisian datang ke rumah dan mengambil sampel darah saya. Katanya untuk dites DNA guna memastikan apakah korban Babe yang ditemukan di sawah Babe itu anak saya yang hilang," ujar Asikin di rumahnya, Dusun Pule, Desa Kebonsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (1/2/2010).
Asikin menjelaskan, anak lakinya yang bernama Sulistiyono memang hilang pada 6 Januari 2002. Saat itu, anak keduanya itu masih duduk di kelas VI SD di MI. Informasinya, Sulistiyono dibawa seorang pria saat menghadiri pengajian di Dusun Susukan, Tegalarum bersama seorang temannya, Rudi Sulistyo.
Kasus ini sudah dilaporkan Asikin ke Polsek Borobudur. Namun hingga kini, tidak pernah ada kabar tentang nasib anak laki satu-satunya itu.
Tidak hanya polisi, Asikin juga sudah meminta bantuan kepada puluhan dukun untuk menemukan anak kesayangannya itu. Namun semua usahanya itu sia-sia. Sulistiyono tidak pernah ditemukan.
"Jawaban mereka macam-macam, ada yang bilang anak saya dibawa setan. Ada yang bilang masih hidup tapi di alam lain. Yang jelas, saya yakin anak saya masih hidup. Semoga bukan anak yang menjadi korban Babe," tegas Askin.
Mirip Babe
Sementara itu saat dimintai komentarnya, Rudi Sulistyo, menuturkan saat menghadiri pengajian di Dusun Susukan bersama Sulistyo, mereka didatangi seorang laki-laki setengah tua. Pria itu mengaku bernama Heri, warga Kalisalak, Salaman. Heri mengajak mereka berwisata ke Candi Borobudur dan berjanji akan membelikan sepeda dan game watch.
"Kami senang sekali ditawari mainan itu, jadi langsung mengiyakan. Kami bertiga berangkat ke Candi Borobudur naik bis, dan masuk ke candi melalui pintu tujuh. Di sana kami berwisata," kata Rudi.
Puas berwisata, mereka kemudian pulang dengan naik bis jurusan Borobudur-Salaman sekitar pukul 17.00 WIB. Namun Rudi diminta Heri turun di Tegalarum dan pulang ke rumah. Sedangkan Sulistyono akan diajak ke rumah Heri untuk mengambil hadiah. Dan sejak itulah Sulistyo tidak kembali.
Β
"Kalau wajahnya saya lupa, karena kejadian itu sudah lama sekali. Tapi kalau dari cara bicara dan suaranya, dia mirip Babe itu," tegas Rudy.
Kasat Reskrim Polres Magelang, AKP Aris Suwarno membenarkan, pihaknya telah memfasilitasi pengambilan sampel darah Askin untuk dites DNA. Tes dilakukan oleh tim Polda Jawa Tengah di Semarang.
"Ada dugaan bahwa korban Babe yang ditemukan di sawahnya itu anak yang dilaporkan hilang. Jadi kami mengupayakan tes DNA untuk dicocokkan dengan kerangka korban. Hasilnya akan diketahui sekitar 2 minggu," tegas Aris.
(djo/djo)










































