"Pada saat Abdurahman Thayib datang ke Kroya yang menjemput adalah terdakwa Saefudin Zuhri di terminal Kroya. Terdakwalah yang membawa untuk bertemu Noordin M Top sebagai penyedia bahan peledak," ujar pengacara terdakwa, Ashludin Hatjani.
Ashludin menyampaikan hal ini sesuai dengan keterangan saksi Abdurrahman Thayib dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Senin (1/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Abdurrahman mengatakan, dirinya diberikan senjata pada saat pertemuan kedua dengan Noordin disebuah rumah kosong. Kemudian senjata dan bahan peledak tersebut diserahkan kepada Fajar Taslim.
"Barang yang saya terima sudah saya serahkan ke Fajar Taslim (di Palembang) jadi apakah barang itu yang dipakai (membunuh guru SMP, Dago Simamora dan bom untuk meledakan Cafe Bedigul, Bukit Tinggi) saya tidak tahu," terang Abdurrahman.
Abdurrahman menambahkan, dirinya sempat tidak setuju atas rencana pembunuhan Dago Simamora. Alasannya, kata Abdurrahman, lokasinya berada di Palembang sehingga bisa tercium polisi.
"Kalau yang di Cafe Bedigul tidak jadi karena ada orang Muslimnya," tandas Abdurrahman.
(ddt/irw)











































