Mantap Beroposisi, PKS Tolak Pinangan dari Parpol Lain
Senin, 26 Apr 2004 10:05 WIB
Yogyakarta - Partai Keadilan Sejahtera meneguhkan sikapnya untuk beroposisi. Yakni oposisi yang konstruktif, artinya loyal terhadap bangsa dan rakyat, bukan kepada rezim. Dengan sikap ini berarti PKS tidak lagi terlibat dalam bursa pencalonan presiden dan wakil presiden atau power sharing di kabinet. Penegasan ini disampaikan Ketua umum PKS Hidayat Nur Wahid dalam ceramah di hadapan sekitar 1.500 anggota Gerakan Pemuda Ansyor, dalam acara Kemah Bakti peringatan 70 tahun GP Ansyor di Kompleks Taman Wisata, Candi Prambanan, Yogyakarta, Senin (26/4/2004)."Kami PKS akan bersama rakyat akan mengkritisi presiden dan wakil presiden agar mereka sungguh-sungguh melaksanakan agenda reformasi dan bernegara. Dan ke depan kami berharap pemimpin kita lebih berkualitas lagi," tegas Nur Wahid.PKS, kata Nur Wahid, akan memberikan loyalitas yang setinggi-tingginya kepada rakyat agar mereka bisa hidup dalam kondisi yang lebih baik. "Selain itu agar pemerintah bisa secara sungguh-sungguh melaksanakan hukum dan jauh dari praktek KKN. Kita tidak ingin bangsa ini semakin terjebak pada krisis."Ditambahkan Nur Wahid, dengan sikap PKS untuk beroposisi ini tidak berarti membuat PKS anti-rakyat, anti-penguasa, atau anti-rezim. PKS ingin menjadikan kekuatan oposisi yang dibenarkan secara hukum dan demokrasi.PKS, lanjut Nur Wahid, tidak lagi terlibat dalam bursa pencalonan presiden dan wakil presiden atau power sharing di kabinet. PKS juga tidak akan terlibat bagi-bagi kekuasaan di parlemen.Tolak PinanganMengenai capres,PKS menganggap masalah ini sudah selesai dan sudah tidak akan dibicarakan lagi. Sebab majelis syuro PKS yang menegaskan PKS tidak mengajukan kadernya jadi capres atau cawapres bersifat mengikat.Diakui Nur Wahid, sekali pun dalam pemilihan presiden di PKS sendiri ia mendapat suara tertinggi dan ada partai lain yang mengutus utusan untuk meminang menjadi cawapres, namun hal itu ditolaknya. "Kami sampaikan terima kasih atas itu semua. Dan kami katakan PKS telah memutuskan kadernya untuk tidak diajukan menjadi capres atau cawapres."Ditanya kalau ada partai lain tetap mengajukan dari PKS, Nur Wahid menyatakan akan menolaknya. "Kita akan menolaknya sebab kader PKS itu terikat oleh keputusan majelis syuro. PKS dan siapa pun kader PKS tidak kami izinkan menjadi capres atau cawapres. Dan keputusan majelis syuro mengikat."
(gtp/)











































