Kiai Khos Perintahkan Gus Dur Tidak Temui Megawati
Senin, 26 Apr 2004 01:27 WIB
Yogyakarta - Salah satu kiai khos yakni KH Abdullah Faqih dari Langitan Tuban Jawa Timur memerintahkan kepada Gus Dur agar tidak bersedia menemui Megawati. Namun kalaupun terpaksa harus bertemu maka jangan sampai Gus Dur pergi ke rumahnya atau ke istana. Tapi sebaliknya Megalah yang harus datang ke tempat Gus Dur.Hal itu dikatakan Gus Dur saat berbicara di hadapan sekitar 1.500 anggota GP Ansor dalam acara Kemah Bakti Peringatan 70 Tahun GP Ansor di Taman Rama Shinta Candi Prambanan Yogyakarta, Minggu (25/4/2004) malam. Menurut Gus Dur upaya untuk mempertemukan dirinya dengan Mega itu lewat suaminya Taufiq Kiemas. Pada hari Senin yang lalu Taufiq mengatakan bahwa Mega ingin bertemu dengan Gus Dur. Permintaan itu kemudian ditanyakan melalui telepon kepada kiai Abdullah Faqih di Langitan Tuban. "Itu saya tanyakan kepada kiai agar dapat jawab. Saya temui atau tidak, sebab kalau tidak menemui tentu saja apa yang disuruh oleh kiai itu harus atas dasarkepentingan umum. Namun kalau kepentingan pribadi, saya sudah tidak percaya sama dia. Saya bisa ditusuk dari belakang lagi. Itu secara politis," katanya.Gus Dur mengatakan dirinya tidak hanya melakukan istikharah saja tetapi juga berunding dengan kiai-kiai yang lain. Pada umumnya hasil istikharah dan rundingan dengan kiai-kiai itu, hasilnya bahwa Gus Dur kalau bisa jangan ketemu Mega. "Saya cerita apa adanya, terserah mau diberitakan atau tidak, tapi itu kenyataannya," ujarnya.Menurut Ketua Dewan Syuro PKB itu, dirinya meminta pertimbangan kiai karena akhlak kiai itu terbuka kepadanya maka dirinya juga meniru akhlaknya kiai yang harus terbuka dan terus terang. Selanjutnya Gus Dur mengatakan kalau kepentingan umum menghendaki agar dirinya harus ketemu Mega bagaimana? "Maka jawab kiai itu kalau keadaan demikian maka jangan sampeyan pergi ke rumahnya atau ke istana tapi dia yang harus datang ke tempat sampeyan. Itu lhokiai, begitu itu. Bukan pertimbangn uang atau kedudukan," kata Gus Dur kepada anggota Ansor untuk meminta agar mencontoh sikap kiai-kiai NU.Selain itu Gus Dur juga mengatakan dirinya tidak akan mendukung siapapun yang akan menjadi wapres selama larangan SK KPU itu masih diberlakukan terutama yang berkaitan pencalonan dirinya jadi capres. "Selama larangan diberlakukan saya tidak bersedia, saya tidak mau mendukung siapapun yang jadi wapres. Kalau wapres saja tidak didukung apalagi presidennya," kata Gus Dur.Gus Dur juga bercerita mengenai pertemuannya dengan Slamet Effendi Yusuf dari Partai Golkar di Hotel Hilton yang berbicara panjang lebar terutama mengenai agar usulan pergantian ketua KPU, wakil ketua KPU dan Sekjen KPU itu agar ditunda dulu, kemudian menerima lebih dulu hasil pemilu. Gus Dur mengatakan "Saya sudah tidak percaya sama sampeyan (Golkar),".Bahkan ketika Slamet menawarkan agar Gus Solah adiknya itu sebagai cawapres. Gus Dur juga tetap menolak. "Walaupun malaikat calon wakil saya, saya tetapmenolak, sebab sebuah sistem harus tegak siapapun orangnya. Walaupun dia adik saya, demokrasi tetap demokrasi, kalau dia terima pencalonan itu urusan dia, saya ndak ikut-ikutan," katanya.
(mar/)











































