PNBK Sumsel Larang Kadernya Pilih Capres Militer
Senin, 26 Apr 2004 01:04 WIB
Palembang - Kendati perolehan suaranya cuma menempati urutan ke-11 dari 24 parpol di Sumatra Selatan, DPD Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) Sumatera Selatan meminta kader dan pendukungnya untuk tidak memilih capres dari kalangan militer atau bagian dari Orde Baru."Kami menginstruksikan kepada seluruh kader dan pendukung PNBK di Sumatra Selatan untuk tidak mendukung apalagi memilih capres dari kalangan militer atau jelas-jelas bagian dari Orde Baru," kata Ketua DPD PNBK Sumsel, Febuar Rahman, saat jumpa pers, di kantornya, Jalan Mandiri, Palembang, Minggu (25/4/2004).Menurut Febuar, pemilihan legislatif kemarin telah berjalan dengan penuh kecurangan dan manipulatif, sehingga rakyat tidak dimenangkan. "Semua kecurangan dan manipulasi itu demi kepentingan segelintir elit politik Orde Baru yang berambisi untuk menjadi presiden. Jadi, peluang terakhir perlawanan rakyat yakni tidak memilih mereka saat pemilihan presiden nanti," tegasnya.Siapakah mereka? Febuar menjawab bahwa rakyat sendiri sudah tahu siapa saja tokoh militer dan Orde Baru yang dimaksud mereka. "Dan yang terpenting rakyat jangan lagi terbodohi seperti kemarin, yang mana mereka mau disogok oleh sembako atau uang untuk memberikan suaranya. Dan kami pikir rakyat saat ini sudah merasakan kesalahan yang telah mereka lakukan dalam pemilihan legislatif kemarin," ujarnya.Dia menegaskan meskipun mereka hanya memeroleh suara yang tidak signifikan di Sumatra Selatan, tapi partainya akan terus berjuang di tengah-tengah rakyat. "Kita akan mengambil sikap sebagai oposisi. Ini bukan hal yang baru bagi PNBK, sebab selama ini memang sikap ini yang diambil PNBK di Sumatera Selatan," katanya.Perolehan suara PNBK di Sumatra Selatan diperkirakan hanya mencapai 60.000 suara dari sekitar 4 juta mata pilih. Perolehan suara ini jauh dari target mereka yakni sebesar 5 persen.
(mar/)











































