"Usia rel memang sudah tua," ujar Kahumas Daops I Sugeng Priyono kepada detikcom, Senin (1/2/2010).
Tak hanya itu, lanjut Sugeng, kereta yang lewat di sekitar lokasi patahnya rel, juga sering mengangkut batubara.
"Sehingga kan menjadi licin somplak," katanya.
Menurut Sugeng, kalau rel sekadar patah, masih bisa dilalui kereta. Namun karena mengalami somplak, akhirnya rela harus diperbaiki dahulu baru lalulintas kereta bisa kembali berjalan normal.
"Ini somplak. Kepala rel hilang," ungkapnya.
Rel kereta sempat patah pukul 01.30 WIB dini hari. Rel harus dipotong dan diganti sehingga harus ada persambungan rel. Akibat somplaknya rel kereta, 6 lalu lintas kereta Rangkasbitung-Jakarta tersendat.
(gus/iy)











































