NU akan Gelar Muktamar di Solo
Minggu, 25 Apr 2004 20:27 WIB
Solo - Nahdlatul Ulama (NU) akan menggelar muktamar ke-31 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, 28 November 2004 mendatang. Selain melakukan suskesi kepemimpinan, isu utama yang akan dibahas dalam muktamar adalah meneruskan reformasi dengan mengkristalkan gerakan antikorupsi.Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Sekjen PBNU, Masduki Baidlawi, kepada wartawan usai melihat dari dekat bakal lokasi muktamar di Donohudan, Boyolali, Sabtu (24/4/2004) sore. Menurut Masduki, setelah PWNU Riau mengaku keberatan menjadi tuan rumah muktamar, akhirnya dipilih Solo sebagai tuan rumah."Seharusnya sesuai keputusan Muktamar ke-30 di Kediri tahun 1999, tuan rumah muktamar kali ini adalah Riau. Tapi setelah PBNU meninjau ke sana sepertinya fasilitas yang ada kurang memadai. Lagipula PWNU Riau sedang melakukan konsolidasi internal sehingga merasa berat untuk menjadi panitia," papar Masduki."Akhirnya dalam rapat PBNU 3 hari yag lalu, Solo dipilih sebagai tuan rumah dengan berbagai pertimbangan. Misalnya pertimbangan bahwa Solo merupakan kota strategis, sehingga mudah dijangkau peserta ataupun peninjau muktamar dari berbagai tempat asalnya," lanjut dia.Alasan lain, kata Masduki, sudah cukup lama muktamar NU tidak digelar di Jawa Tengah. Muktamar di Jawa Tengah terakhir kali pada tahun 1978 di Semarang. Ketika ditanya apakah muktamar NU memilih Solo untuk menetralisir pencitraan Solo yang selama ini lebih dikenal sebagai kota Islam garis keras, Masduki mengakui bahwa hal tersebut termasuk sebagai dasar pertimbangan."Memang ada bawaan pertimbangan mengenai hal itu, meskipun bukan sebagai pertimbangan yang substansif. Bahwa NU sebagai bagian dari muslim Indonesia yang cinta damai, moderat, berkewajiban untuk memberitahu kepada siapapun bahwa Islam dan para penganutnya adalah rahmatan lil 'alamiin yang tidak suka kekerasan," katanya.Gerakan AntikorupsiLebih lanjut, Masduki mengatakan selain mengagendakan pergantian pengurus di tingkat syuriah maupun tanfidziyah, dalam muktamar tersebut NU juga akan membahas berbagai persoalan aktual untuk menjawab tantangan NU dan bangsa kedepan. "Tema utama yang akan kami usung dalam muktamar nanti adalah meneruskan reformasi dengan gerakan antikorupsi," ujar Masduki.Gerakan antikorupsi, lanjutnya, memang sedang menjadi salah satu program utama PBNU untuk membawa Indonesia keluar dari krisis. Beberapa saat lalu Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dan Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif juga sudah menyepakati agenda besar antikorupsi. Dalam muktamar di Solo nanti, organisasi kaum sarungan itu akan menelorkan keputusan penting terkait korupsi itu.
(asy/)











































