Akbar: Hasyim dan Gus Solah Kandidat Cawapres Wiranto

Akbar: Hasyim dan Gus Solah Kandidat Cawapres Wiranto

- detikNews
Minggu, 25 Apr 2004 18:13 WIB
Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan saat ini ada dua nama yang akan menjadi cawapres pendamping Wiranto, yakni Hasyim Muzadi dan Solahuddin Wahid. Namun belum diketahui siapa yang akan menjadi pilihan dari dua nama itu. "Semuanya tergantung Gus Dur," kata Akbar Tandjung.Hal itu dikatakan Akbar Tandjung usai bertemu dengan Wiranto di kediamannya di Jln Widyacandra, Jakarta, Minggu (25/4/2004). Walaupun demikian, Akbar menyatakan, masih ada partai lain selain PKB yang berpeluang untuk berkoalisi dengan Partai Golkar yakni, Partai Persatuan Pembangunan (PPP).Untuk rencana koalisi itu, Akbar mengaku akan mengadakan pertemuan resmi besok di DPP Partai Golkar Senin (25/4/2004) pukul 19.30 WIB dengan capres Wiranto. "Pertemuan hari ini silaturahmi saja agar lebih memantapkan langkah ke depan sehingga lebih solid dengan capres. Baru dibicarakan masalah koalisi dan langkah-langkah apa yang diambil kedepannya," kata Akbar. Akbar juga menjelaskan, untuk koalisi dengan PKB harus dengan restu Gus Dur. Jika Gus Dur setuju maka Partai Golkar akan dengan senang hati bekerjasama dengan PKB. "PKB berbasis NU dan NU Islam yang moderat sedangkan Partai Golkar adalah partai yang berbasis nasional tetapi semangat religiusnya sangat tinggi. Jadi semuanya tergantung kesiapan PKB untuk mengajukan calonnya," kata Akbar yang mengaku hingga kini belum bertemu resmi dengan Gus Dur untuk membicarakan masalah koalisi itu.Sementara itu capres Wiranto menyatakan, selain silaturahmi, pertemuan dengan Akbar juga membicarakan masalah krusial lainnya. "Banyak hal yang akan kita bicarakan besok dengan tim saya dan dengan DPP Partai Golkar. Diantaranya membentuk tim gabungan untuk melaksanakan tugas-tugas kedepan," kata Wiranto.Begitu juga soal koalisi, Wiranto juga akan bicarakan soal pendekatannya dengan parpol lain. "Apapun yang saya lakukan yang menyangkut masalah politik akan saya laporkan dengan DPP. Sehingga ada kerjasama yang padu antara saya sebagai capres dan mesin politik Partai Golkar," ungkapnya. (mar/)


Berita Terkait