"Yang pasti merokok itu berbahaya. Kalau insiden ini benar karena rokok yang diisap berarti makin bertambah saja bahaya merokok," kata Setyo Budiantoro dari Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia kepada detikcom, Minggu (31/1/2010).
Setyo melihat insiden ini sebagai pelajaran bagi para pengisap rokok untuk berhenti merokok. "Bahayanya kan sudah nyata jadi lebih baik dihentikan saja kebiasaan itu," seru aktivis Koalisi Anti Korupsi Ayat Rokok (KAKAR) ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden rokok meledak di mulut Andi terjadi Kamis 28 Januari. okok itu dibeli dari warung tetangganya. Dia membeli satu bungkus. Batang pertama dan kedua, Andi baik-baik saja. Tapi pada isapan batang ketiga, rokok meledak. (nal/nrl)











































