PKB: Wacana Pemakzulan Terlalu Dini

PKB: Wacana Pemakzulan Terlalu Dini

- detikNews
Minggu, 31 Jan 2010 15:21 WIB
PKB: Wacana Pemakzulan Terlalu Dini
Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak menanggapi dengan serius isu pemakzulan presiden dan wakil presiden. PKB menilai pemakzulan terlalu dini.

"Masalah pemakzulan terlampau jauh, terlalu dini menurut saya," kata Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar kepada wartawan dalam deklarasi Majelis Salawat Nasional di GOR Bulungan, Blok M, Minggu (31/1/2010).

Muhaimin menilai pemakzulan Wapres Boediono dan pencopotan Sri Mulyani belum perlu. Muhaimin melihat publik salah memahami kedua tokoh sentral pemerintahan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Boediono dan Bu Sri Mulyani orang yang salah dipahami. Saya yakin uang Rp 6,7 triliun itu tidak hilang, masih ada. Tinggal penumpang gelapnya yang harus diusut," papar Menakertrans ini.

Dalam kesempatan ini Muhaimin juga membantah adanya perpecahan dalam tubuh koalisi pemerintahan. Menurutnya koalisi terus menjalin pertemuan untuk memperkokoh jalannya pemerintahan lima tahun ke depan.

"Koalisi masih terus berkomunikasi, koalisi tidak pecah, tiap minggu kita bertemu makanya kita tinggal merapatkan, merapikan perbedaan pendapat. Insya Alloh kalau tidak ada sesuatu yang serius akan lebih baik," tutupnya.

(van/nrl)


Berita Terkait