Pantauan detikcom di Taman Menteng, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/1/2010), Endang menempelkan stiker 'Kenali Kusta Sejak Dini' di Taxiku dan Mikrolet M17 serta sejumlah mobil pribadi.
Endang mengatakan, tujuan peringatan HKS ini untuk mengenalkan penyakit kusta terhadap masyarakat. "Agar masyarakat tidak usah takut dan menjauhi penderita kusta," kata Endang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara keseluruhan menurun. Angkanya 1 berbanding 10 ribu di tiap provinsi," katanya.
Endang mengatakan, secara nasional, Indonesia sudah mencapai angka eliminasi kusta pada tahun 2000. Namun sampai saat ini, Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia sebagai penyumbang penderita kusta terbanyak.
"Masih ada 14 provinsi dan 150 kabupaten yang belum mencapai eliminasi dan yang harus lebih intensif dalam pelaksanaan program kusta," jelasnya.
Β
Untuk menekan jumlah tersebut, Departemen Kesehatan akan menggalang program deteksi secara dini terhadap penyakit kusta. Tidak hanya itu, katanya, Depkes juga akan mengadakan pendataan terhadap penderita kusta di daerah-daerah.
"Mencari orang-orang yang putus berobat. Pendekatan terhadap orang-orang itu," tuturnya.
Selain itu, Endang juga mengatakan, akan memberikan pengobatan secara gratis terhadap para penderita kusta. "Mereka tidak harus bayar, gratis di puskesmas di provinsi-provinsi," paparnya.
Keberhasilan pemberantasan kusta, lanjutnya, sangat ditentukan oleh pengobatan Multidrug Therapy (MDT) yang dapat menyembuhkan. Memutus mata rantai penularan serta mencegah terjadinya kecacatan.
"Oleh karena itu, saya mengajak semua kalangan untuk berkomitmen menjadikan hari ini sebagai awal kepedulian kita terhadap kusta," tandasnya.
(mei/nrl)











































