Hal tersebut diungkapkan anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bogor, Andre saat dihubungi, Sabtu (30/1/2010). Andre sendiri masih berada di kaki gunung Salak untuk berkoordinasi soal jadi tidaknya naik ke Gunung Salak.
Tin yang berangkat beranggotakan delapan orang. Dipimpin oleh UIN Jakarta, mereka berangkat sejak Jumat sore (29/1) melalui jalur Curug Nangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Andre beserta 20 rekan lainnya masih terus melakukan koordinasi soal jadi tidaknya ikut membantu proses evakuasi. Ketiadaan alat evakuasi dan logistik menjadi salah satu penyebab tertahannya mereka.
Enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta hilang di Gunung Salak. Mereka berangkat sejak 23 Januari lalu melalui pintu kaki Gunung Salak, Ciapus. Mereka berencana turun 27 Januari.
(mok/mok)











































