Habibie Siap Diskusi Soal Teknologi dan Pesawat Berjam-jam

Habibie Siap Diskusi Soal Teknologi dan Pesawat Berjam-jam

- detikNews
Sabtu, 30 Jan 2010 17:03 WIB
  Habibie Siap Diskusi Soal Teknologi dan Pesawat Berjam-jam
Depok - Setidaknya dua kali Prof Dr Ing BJ Habibie menyatakan siap untuk berdiskusi dengan mahasiswa UI terkait teknologi dan pesawat terbang. Habibie minta Rektor UI Prof Dr der Soz Gumilar Rusliwa Somantri untuk mengatur waktunya.

Habibie paham bahwa saat pidato dalam penganugerahan doktor kehormatan (DR HC) itu, dirinya tidak bisa berinteraksi dengan para mahasiswa UI. Karena itu dia berharap bisa berdiskusi lebih jauh dengan para akademisi UI di lain waktu.

"Nanti insya Allah saya diberi kesempatan untuk berbicara dengan saudara berjam-jam, nanti saudara-saudara bisa bertanya apa saja. Jadi, saya persilakan rektor untuk mengaturnya," kata Habibie saat menyampaikan sambutan dalam penganugerahan Dr HC di Kampus UI, Depok, Sabtu (30/1/2010).

Sebelumnya, Habibie berbicara panjang lebar mengenai filsafat, teknologi, riset, pendidikan, lapangan pekerjaan, perubahan-perubahan, persaingan dunia, dan sebagainya.

Saat bercerita mengenai pesawat, Habibie juga mengutarakan keinginan yang sama. Sebelumnya saat dibacakan riwayat hidupnya, Habibie disebut terlibat dalam perancangan banyak pesawat di Jerman maupun di Indonesia.

"Tadi sudah mendengar mengenai keterlibatan saya di pesawat. Sesuatu yang berat di udara, dapat dikendalikan. Dalam keadaan cuaca apa pun, pesawat bisa berjalan dengan safe dan membawa penumpang secara safe," kata Habibie, yang memang dikenal sebagai pakar kedirgantaraan ini.

Habibie menitikberatkan bahwa pembuatan pesawat ini perlu rekayasa teknologi. "Saat ini, negara yang bisa merekayasa commercial plane hanya bisa dihitung dengan jari, termasuk Indonesia," kata Habibie bangga. Yang dimaksud Habibie, tentu dirinya yang memang terlibat dalam perancangan pesawat di perusahaan Jerman dan PT Dirgantara Indonesia (DI).

Menurut Habibie, dengan memiliki industri pesawat terbang, Indonesia sudah melaksanakan penguasaan teknologi yang luar biasa. "Bukan karena tidak ada pasar domestik. Ada sangat besar. Tapi ini sekaligus membuktikan bahwa penguasaan teknologi bukanlah dari masyarakat yang kaya, tapi prerogatif semua masyarakat," kata Habibie.

Seusai mengutarakan hal ini, Habibie kembali menyampaikan suatu saat nanti ada forum yang membahas mengenai hal ini lebih dalam. "Saya harap kita bisa berdiskusi lebih lama, saudara-saudara bisa menanyakan apa saja," ujar pria berumur 74 tahun itu.

(asy/gah)


Berita Terkait