Tengok saja Jalan RE Martadinata Jakarta Utara. Di siang bolong dengan cuaca yang sangat panas di beberapa ruas jalan air tampak menggenang.
Meski demikian ini bukanlah banjir yang disebabkan hujan yang semalam mengguyur kawasan utara Jakarta. Melainkan akibat banjir rob, terlebih semalam merupakan malam bulan purnama yang membuat permukaan air laut semakin tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Disini hampir tiap hari banjir mas," ujar penjual sayur Wagiyo sambil menggulung celana dan melepaskan sendalnya saat melintas di Jl RE Martadinata, Sabtu (30/1/2010).
Dari penuturan Wagiyo, banjir di daerah ini terjadi hampir setiap hari. "Segini sih bisa dibilang kecil, kemarin sampai hampir sedengkul," tambahnya.
Genangan rob di kawasan ini kurang lebih memanjang sekitar 200 meter dengan ketinggian semata kaki, bahkan di beberapa titik lebih dalam. Pengguna roda dua harus berhati-hati agar tidak terjatuh saat melintas.
Pejalan kaki yang melintas pun harus lewat pembatas antara jalan dengan kali mati setinggi 80 cm yang membentang di sepanjang jalan ini agar tidak terkena air rob.
Dari Lima Wilayah Administrasi Jakarta, Jakarta Utara merupakan wilayah yang paling sering mengalami musibah banjir. Hal ini disebabkan karena sebagian wilayahnya berada di bawah permukaan laut.
"Walaupun tidak hujan, tetap tergenang akibat rob, karena kontur tanah di utara 60 persen di bawah permukaan laut," ujar Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono beberapa waktu lalu di Balaikota.Β (her/gah)











































