"Di penjara, kami benar-benar terpuruk. Ibaratnya neraka dunia," kata Riyan saat melakukan testimoni di depan Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam Peluncuran Aksi Peduli Anak Bangsa Bebas Narkoba.
Acara tersebut digelar di pusat perbelanjaan Central Park Podomoro City, Jl S Parman, Jakarta Barat (Jakbar).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya keluh, kesal dan amarah yang bisa dilontarkan buat diri sendri. Keluarga kami hancur, sekolah hancur, masa depan kami diselumuti bayang-bayang semu," tambah Cecep.
Didaulat berbicara di depan Ibu Negara, mereka nampak gugup. Keduanya kini tergabung dalam Waru Band, bersama 4 anggota band lainnya yang seluruhnya jebolan Kebon Waru.
"Narkoba itu nikmat sesaat, menyesal seumur hidup. Jauh dari teman-teman, dikucilkan sama masyarakat," kisahnya terbata-bata.
Pengalaman di penjara menjadikan mereka kapok menggunakan narkoba. Mereka mengaku sangat berterimakasih buat para petugas lapas buat terapi dalam penjara. "Ini mungkin awal hidup kami, cuma satu kata, say no to drugs," pungkasnya.
(asp/irw)











































