Kader PDIP Prabumulih Ancam Tidak Pilih Megawati

Kader PDIP Prabumulih Ancam Tidak Pilih Megawati

- detikNews
Sabtu, 24 Apr 2004 22:00 WIB
Palembang - KEMELUT di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus bermunculan.Setelah sebelumnya terjadi pemecatan 15 kadernya dari anggota fraksi PDIP di DPRD Sumsel, kali ini kemelut yang hampir sama juga melanda tubuh si moncong putih ini di Kota Prabumulih. Bahkan mereka mengancam tidak akan mendukung Megawati Soekarnoputri sebagai presiden.Apa pasal? Ternyata ratusan kader PDIP di kota tersebut kecewa dengan perolehan suara dalam Pemilu 2004 ini. Rasa kekecewaan mereka itu sudah disampaikan kepada Wakil Ketua DPD PDIP Sumsel Elianuddin, Jumat (23/4/2004) kemarin. Menurut Saferi dari PAC PDIP Prabumulih Timur, kepada pers di Palembang (24/4/2004) perolehan suara PDIP di Kota Prabumulih menurun sangat jauh. Pada Pemilu 1999 lalu pada satu kecamatan saja PDIP mampu meraup 14.000 suara. Tapi pada pemilu kali ini di empat kecamatan saja PDIP hanya mampu meraih 13.700 suara.Karena itulah, kata Saferi, kader PDIP yang berasal dari 4 PAC dan 20 ranting mengajukan mosi tidak percaya terhadap ketua DPC PDIP Prabumulih Sondi Senanduro."Selain itu, sebagai ketua DPC, beliau juga sering mengambil keputusan tidak melalui rapat dan tidak transparan," kata Saferi.Lebih jauh dicontohkannya, dalam penyusunan daftar caleg untuk nomor urut 1 dan 2 semuanya berasal dari daerah Tanjung Raman, tempat kelahiran Sondi Senanduro. Dan juga terpilihnya Sondi sebagai ketua DPC PDIP Prabumulih saat konfercab tahun 2001 lalu karena kebijakan mantan ketua DPD PDIP Sumsel Adjis Saip, bukan karena perolehan suaranya 50 persen plus satu. "Karena itu, kami memberi waktu kepada DPD PDIP Sumsel untuk segera mengambil keputusan paling lambat satu minggu," kata Saferi. "Kalau sampai batas waktu tidak juga ada keputusan, maka kader PDIP dari 4 kecamatan dan 20 ranting se-Prabumulih akan menurunkan paksa ketua DPC PDIP Prabumulih. Selain itu, kita juga akan menduduki sekretariat DPD PDIP Prabumulih," lanjutnya.Bahkan, jika tuntutan itu juga belum mendapat tanggapan mereka akan mengundurkan diri sebagai kader PDIP dan mengancam tidak akan memilih Megawati soekarnoputri saat pemilihan presiden (pilpres) 5 Juli nanti.Sementara sebelumnya Elianuddin mengaku kemelut di DPC PDIP Prabumulih sudah disampaikan ke DPD. "Hanya saja DPD tidak bisa memutuskan seketika, karena persoalan tersebut akan dibawa ke DPP. Dibutuhkan waktu sekitar seminggu, selanjutnya DPP yang akan memutuskan," katanya. (jon/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads