Sekolah Indonesia Wassenaar ke Forum Internasional THIMUN 2010

Laporan dari Den Haag

Sekolah Indonesia Wassenaar ke Forum Internasional THIMUN 2010

- detikNews
Jumat, 29 Jan 2010 22:14 WIB
Sekolah Indonesia Wassenaar ke Forum Internasional THIMUN 2010
Den Haag - Sekolah Indonesia (SIN) Wassenaar, Belanda, kembali mendapat kepercayaan untuk tampil ke forum internasional THIMUN, sebuah miniatur Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sebagai diplomat belia, SIN mewakili Lichtenstein.

The Hague Model United Nations (THIMUN) adalah kegiatan tahunan simulasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tingkat dunia untuk siswa sekolah menengah, mengacu pada model persidangan sama persis dengan PBB di New York.

SIN Wassenaar atau Sekolah Kedubes Indonesia di Belanda menjadi satu-satunya wakil sekolah Indonesia dalam THIMUN tahun ini yang berlangsung selama 5 hari (25-29/1/2010), dengan tema Good Governance, Striving for Transparency and Equity in Government (Tata Kelola yang Baik, Menuju Transparansi dan Keadilan dalam Pemerintahan).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Delegasi diplomat belia SIN Wassenaar ditunjuk mewakili Liechtenstein, sebuah negara Uni Eropa, yang terletak di antara Swiss dan Austria. Mereka didampingi oleh Wariso Siswoyo (Pak War) sebagai MUN-Director, Michael Putrawenas dan Pipit Andriani sebagai pembimbing pro-bono (cuma-cuma, red).

Berkekuatan 15 anggota, delegasi SIN ditempatkan di seluruh komite yakni General Assembly (Sidang Umum), komisi-komisi Disarmament (Perlucutan Senjata), Environment (Lingkungan), dan Human Rights (Hak-hak Asasi Manusia), ECOSOC (Dewan Ekonomi dan Sosial), dan Special Conference (Persidangan Khusus).

"Forum ini menjadi ajang latihan dan kesempatan emas bagi siswa untuk mengenyam hubungan internasional, belajar diplomasi dan berpartisipasi aktif dalam forum internasional," ujar Direktur SIN Saidan menjawab detikcom, Jumat (29/1/2010).

Menurut Saidan, pihaknya sebelumnya mempersiapkan para siswa secara matang dengan riset mengenai negara Liechtenstein yang akan diwakili dan bidang-bidang yang menjadi portofolio mereka. Selain itu para siswa juga diajak beraudiensi dengan pewaris tahta Liechtenstein Pangeran Nikolaus Ferdinand Maria Josef Raphael von und zu Liechtenstein di Kedubes negara itu di Brussel.

"Saya berpesan agar delegasi tampil maksimal sekaligus menjaga nama baik Indonesia di forum internasional yang prestisius tersebut," demikian Saidan.

Saidan yang akan mengakhir tugasnya dan kembali ke Indonesia akhir Januari 2010 ini mengapresiasi dukungan KBRI Den Haag, Depdiknas RI Jakarta dan seluruh stakeholder, yang memungkinkan SIN Wassenaar kembali tampil sebagai salah satu wakil bangsa di Belanda dan dunia.

(es/es)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads