"Kenapa di Bogor pada saat bersama Presiden, MA bisa datang tetapi bersama rakyat tidak datang? Ini patut dipertanyakan," ujar anggota Pansus Century Maruarar Sirait.
Ara, panggilan akrab dia, memprotes ketidakhadiran MA dalam rapat konsultasi Pansus Century dengan KPK, MA, BPK, PPATK dan BI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (29/1/2010).
Ara menilai, seharusnya MA berimbang. "Harusnya tidak datang ke Istana Bogor, lalu tidak datang ke sini dengan alasan independensi. Itu bisa kita terima," kata Ara.
Menurut Ara, kehadiran MA dalam rapat konsultasi sangat krusial. Sebab fatwa MA-lah yang dibutuhkan Pansus untuk memperoleh data selengkap-lengkapnya.
"BPK bisa menyerahkan data dan itu hanya lewat fatwa MA. Bagaimana kita menyelesaikan masalah ini jika MA tidak mau transparan?" keluh Ara.
Ketua Pansus Idrus Marham pun ikut protes. Idrus berharap, kehadiran MA dapat memperlancar kerja Pansus ke depan.
"Karena kami ingin lebih cepat lebih baik. Kami tidak ingin persoalan teknis menghambat kerja kami panitia angket," keluh Idrus.
Akhirnya Pansus bersama pimpinan DPR menyepakati untuk membahas masalah ini di forum lain. "Kalau tidak datang akan kita bicarakan sendiri. Kita kirim surat atau kita ke sana karena percepatan," tutup Idrus.
(van/nik)











































