RI Enggan Tanggapi Penambahan 30 Ribu Pasukan AS ke Afghanistan

RI Enggan Tanggapi Penambahan 30 Ribu Pasukan AS ke Afghanistan

- detikNews
Jumat, 29 Jan 2010 14:58 WIB
RI Enggan Tanggapi Penambahan 30 Ribu Pasukan AS ke Afghanistan
Jakarta - Amerika Serikat (AS) menambah pasukan sebanyak 30 ribu orang ke Afghanistan. Di negara lain seperti Perancis, aksi ini mendapat kecaman. Bagaimana dengan sikap pemerintah Indonesia?

"Saya tidak bisa komentar tentang itu," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah saat jumpa pers di kantornya, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (29/1/2010).

Namun, Faizasyah melihat ada perubahan kebijakan dari pihak AS. Menurut dia, dalam konteks yang lebih luas, penambahan itu untuk upaya rekonsiliasi dan membangun pemerintahan yang stabil.

"Ada statement ada perubahan kebijakan, kita lihat konteks yang lebih luas. Karena di situ disebut penambahan itu untuk rekonsiliasi, untuk membangun pemerintahan yang stabil. Jadi kita apreasiasi pendekatan yang lebih komprehensif dari Amerika Serikat," jelasnya.

Terkait upaya perdamaian di Afghanistan, pemerintah Indonesia mendukung penuh hal tersebut. Dalam Konferensi Internasional di London, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa sebagai perwakilan pemerintah, menekankan pentingnya rekonsiliasi antarkelompok di negeri padang pasir tersebut.

"Menlu dalam konferensi mengenai Afghanistan di London pada 28 Januari lalu, telah menyampaikan imbauan rekonsiliasi di Afghanistan guna menciptakan perdamaian di negara itu," lanjutnya.

Upaya membantu proses rekonsiliasi akan diberikan berupa pelatihan-pelatihan. Misalnya, imbuh Faizasyah, pelatihan dalam bidang pertanian, pendidikan dan riset-teknologi.

"Menlu juga menggarisbawahi pentingnya peran negara kawasan dalam mendukung perdamaian dan kestabilan di Afghanistan," tutupnya.

(mad/iy)


Berita Terkait