Ribuan Mahasiswa Anti Militer Datangi Makodam Wirabuana
Sabtu, 24 Apr 2004 15:42 WIB
Makassar - Menjelang Sabtu siang, unjuk rasa mahasiswa anti militer di Makassar, terus berlangsung. Bahkan, jumlahnya kian bertambah. Ribuan mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Universitas 45 tersebut kemudian melakukan pawai keliling kota Makassar.Bahkan beberapa mahasiswa perguruan tinggi di Makassar turut bergabung meskipun membawa massa yang lebih kecil, di antaranya dari Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Sebahagian besar dari mereka memakai motor dan sisanya long march.Sebelumnya, mereka melakukan ziarah dengan membawa karangan bunga di Lokasi Pemakaman Panaikang, Jl. Urip Sumohardjo, tempat dimakamkannya tiga orang mahasiswa UMI yang tewas di tangan aparat kepolisian, 8 tahun silam. Ziarah ini sebagai bentuk peringatan terhadap tragedi itu, yang biasa disebut April Berdarah (Amarah).Sekitar pukul 12.00 WITA, para mahasiswa berkumpul di Monumen Mandala, Jl. Jenderal Sudirman. Di tempat itu, mereka melakukan orasi anti militer, sambil meneriakkan yel-yel tolak militer dan Orde Baru. Ketegangan antara mahasiswa dan aparat sempat terjadi, ketika pawai mahasiswa mengunjungi Kodam VII Wirabuana. Di sana, mahasiswa memaksa masuk, namun aparat melarang. Meski sempat tegang, mahasiswa akhirnya mundur dan urung memasuki Makodam VII Wirabuana.Akibat unjuk rasa dan pawai anti militer yang dilakukan mahasiswa tersebut, sejumlah jalan lumpuh total. Di antaranya Jalan Urip Sumohardjo, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Gunung Bawakaraeng, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Abdullah Daeng Sirua.Tumpukan ban bekas yang dibakar di sepanjang Jl. Urip Sumohardjo, juga masih nampak. Hingga berita ini dilaporkan, asap hitam juga masih mengepul di sepanjang jalan itu. Aparat kepolisian masih mengawal secara persuasif. Ratusan aparat dari 3 Polresta di Makassar, yakni Polresta Pelabuhan, Polresta Makassar Barat dan Polresta Timur, turut dikerahkan. Di setiap ruas jalan pun masih nampak sejumlah aparat berjaga-jaga, sambil tetap mengawasi pawai yang dilakukan mahasiswa.Peringatan April Berdarah (Amarah) oleh mahasiswa di Makassar, memang digelar setiap tahun. Sekadar diketahui, peristiwa ini terjadi pada tahun 1996 lalu, dimana 3 orang mahasiswa UMI tewas karena melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan angkutan kota. Tiga mahasiswa tersebut yakni Syaiful Biah, Muhammad Tasrif dan Andi Sultan Iskandar.
(ani/)











































