AS Hargai Upaya Pemerintah RI Mereformasi TNI
Sabtu, 24 Apr 2004 13:20 WIB
Washington,DC - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menghargai upaya pemerintah Indonesia dalam mereformasi TNI. Hal itu mengemuka dalam Dialog Pertahanan dan Keamanan RI-AS ke-2 yang berlangsung di Washington,DC, 22-23 April 2004. Dialog itu juga dihadiri Wakil Menteri Pertahanan (Menhan) AS Paul Wolfowitz yang mewakili Menhan Donald Rumsfeld.Dialog itu sendiri berawal dari kunjungan Presiden Megawati Soekarnoputri ke Washington, DC pada 19 September 2001 silam. Dari hasil pembicaraan kedua pemimpin negara, disepakati untuk membuka dialog soal pertahanan dan keamanan yang akan dilakukan secara berkelanjutan. Dialog pertama telah digelar di Indonesia pada April 2002.Pada pertemuan ke-2 ini, delegasi Indonesia dipimpin Dirjen Pertahanan Strategis Departemen Pertahanan, Mayjen TNI Sudrajat. Sedangkan delegasi AS dipimpin oleh Deputi Asisten Sekretaris Urusan Asia Pasifik Departemen Pertahanan AS Richard Lawless.Isu-isu yang dibicarakan oleh kedua delegasi selain masalah keamanan kawasan Asia Pacific dan terorisme, juga masalah-masalah internasional lainnya seperti konflik Arab-Israel dan Irak.Dalam pertemuan tersebut, delegasi AS memberikan paparan beberapa aspek strategis keamanan nasional mereka serta perubahan bentuk pertahanan global AS. Sedang Indonesia menjelaskan soal keamanan nasional dan isu kontra teroris regional. Demikian pernyataan bersama Dialog Keamanan Indonesia-AS ke-2, yang diterima detikcom, Jumat (23/4/2004) malam waktu setempat.Delegasi AS juga sangat menghargai upaya terus menerus yang dilakukan pemerintah Indonesia dan TNI dalam mereformasi militer. Selain itu, AS juga sangat gembira atas pernyataan TNI yang akan menjaga profesionalisme serta berkomitmen untuk tetap netral dalam pemilihan umum yang sedang berlangsung.Operasi militer di Aceh dan kontroversi masalah keamanan Selat Malaka juga menjadi salah satu topik paparan delegasi Indonesia. Khusus masalah keamanan Selat Malaka, delegasi Indonesia meminta klarifikasi pihak AS atas kebijakan keamanan mereka di Selat Malaka. Pihak AS memberikan jaminan akan menghormati kedaulatan Indonesia dan setuju untuk terus berkonsultasi dengan RI dan negara-negara di kawasan tersebut.Kedua belah pihak juga menyetujui pertemuan kembali antara TNI dengan Komando Armada Pasifik AS (USPACOM) dalam kerangka Dialog Pertahanan Bilateral (Bilateral Defense Dialog/BDD). Selanjutnya, hasil-hasil pertemuan antara TNI dan USPACOM tersebut akan dibawa dalam dialog Pertahanan dan Keamanan RI-AS ke-3 yang rencananya akan diadakan pada tahun 2005.
(ani/)











































