Pengirim SMS Catut Antasari ke Nasrudin Harus Diselidiki

Pengirim SMS Catut Antasari ke Nasrudin Harus Diselidiki

- detikNews
Jumat, 29 Jan 2010 11:46 WIB
Pengirim SMS Catut Antasari ke Nasrudin Harus Diselidiki
Jakarta - Dalam pembelaannya Antasari Azhar menyatakan kecurigaannya terhadap upaya sistematis untuk menjebak dirinya dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Antasari mensinyalir ada pihak tertentu yang ingin menjatuhkan dirinya dari posisi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Siapa yang dimaksud?

"Yang dimaksud di situ tentu ada pihak lain yang ingin melengserkan dia. Kalau mau diteliti dan disidik pihak kepolisian, dimulai dari mana benang merahnya bisa ditelusuri dari SMS yang sudah dikirimkan," ujar salah satu kuasa hukum Antasari Azhar, Juniver Girsang, kepada detikcom via telepon, Jumat (29/1/2010).

Menurut Juniver, semuanya berawal dari SMS ancaman yang katanya dikirim Antasari ke Nasrudin. Dasar pengancaman ini, lanjut Juniver, yang mendudukkan Antasari menjadi terdakwa dan mengindikasikan Antasari sebagai aktor intelektual dalam kasus pembunuhan Nasrudin.

"Tapi dalam sidang terkuak tabir, setelah dicek ke operator ternyata jaksa tidak bisa membuktikan SMS itu dikirim Antasari," ungkapnya.

Oleh karena itu, jelas Juniver, tim kuasa hukum lantas mendatangi pihak provider terkait untuk turut mengecek kebenaran SMS tersebut. Tapi ternyata, lanjutnya, pihak provider menyatakan tidak ada catatan bahwa nomor Antasari mengirim SMS pada bulan Januari hingga Februari 2009.

"Dengan demikian, ada pihak lain yang mengirim SMS ke Nasrudin dengan mengatasnamakan Antasari," terangnya.

Menurut Juniver, temuan kuasa hukum tersebut haruslah diselidiki lebih lanjut. "Yang paling signifikan adalah SMS itu, harus diselidiki," tuturnya.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai siapa pihak lain tersebut, termasuk apakah ada hubungannya dengan pihak-pihak yang pernah terlibat dalam kasus korupsi yang dibongkar KPK? Apakah berasal dari pejabat pemerintah, lembaga negara, atau aparat penegak hukum? Juniver enggan mengungkapkan secara detail.

"Kami tidak menyatakan demikian, apa yang dialami Antasari akan menjadi kajian lebih," tutupnya.

(nvc/iy)


Berita Terkait