10 Tokoh Masuk Bursa Capres PKS

10 Tokoh Masuk Bursa Capres PKS

- detikNews
Sabtu, 24 Apr 2004 12:40 WIB
Jakarta - Sebanyak 10 tokoh masuk dalam bursa calon presiden (capres) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka adalah sejumlah capres yang memang sudah beredar selama ini, termasuk capres Partai Golkar Wiranto.Menurut Ketua Umum PKS, Hidayat Nur Wahid, ke-10 nama yang menjadi usulan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PKS dari seluruh Indonesia itu antara lain Hidayat sendiri, Amien Rais, Wiranto, Susilo Bambang Yudhoyono, KH Hasyim Muzadi, Syafi'i Ma'arif, Nurcholish Madjid, BJ Habibie dan Salahuddin Wahid.Hal itu dikemukakan Hidayat di sela-sela Musyawarah Majelis Syuro (MMS) IV PKS di VIP Meeting Room, kompleks Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (24/4/2004). MMS IV itu sendiri digelar dengan salah satu agenda menetapkan capres PKS yang akan diumumkan Minggu besok.Hingga Sabtu siang, musyawarah masih membahas seputar evaluasi hasil pemilu legislatif. "Kita masih brainstorming masalah pemilu. Mungkin baru nanti malam atau besok pagi membahas hasil Jaring Capres Emas dan juga posisi PKS dalam pemilihan capres dan cawapres," ungkap Hidayat."Kami tetap berkomitmen kalau tidak sampai 20 persen maka kami tidak mengajukan pasangan capres dan cawapres dari internal partai. Tentu saja kami akan menentukan siapa yang akan dicalonkan dari paket yang telah disepakati, baik dari konstituen, majelis syuro, NU-Muhammadiyah, PKB, PPP, PKS yang sepakat untuk mencalonkan pasangan capres-cawapres," paparnya.Menurut dia, kemungkinan voting akan sangat terbuka dalam pengambilan keputusan mengenai capres. "Dari 52 anggota Majelis Syuro, tidak ada hak khusus yang dimiliki ketua umum maupun ketua majelis syuro," katanya.Hidayat juga membantah ada perpecahan dalam tubuh PKS terkait pencalonan presiden dan wapres. "Tidak ada perpecahan. Buktinya tidak ada banting-banting kursi, tidak ada faksi-faksian," tandasnya seraya mengatakan tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan melakukan fit and proper test terhadap capres yang mengemuka.Munculnya nama Wiranto berarti terbuka koalisi PKS dengan Golkar? "Munculnya Wiranto dalam konteks penjaringan dari massa PKS, jangan dilebih-lebihkan. Yang jelas bukan dia yang terbesar," jawab dosen pasca sarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah tersebut.Hidayat sekali lagi menegaskan kalau pintu koalisi dengan Partai Golkar sudah tertutup. "Ya (sudah tertutup). Ini (masuknya nama Wiranto) kan hanya usulan yang ada, tapi ini bukan berarti kami akan berkoalisi dengan siapapun. Yang jelas koalisi yang akan dibangun Islamis, demokratis dan reformis," tukas dia.Jadi tidak akan berkoalisi dengan Golkar? "Itu akan diputuskan bersama-sama. Tapi yang jelas kami tetap berkomitmen terhadap reformasi," demikian Hidayat Nur Wahid. (ani/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads