Mereka diperkosa oleh para kriminal yang berkeliaran bebas setelah penjara utama di Port-au-Prince, ibukota Haiti hancur diguncang gempa. Pemerkosaan itu terjadi di tenda-tenda darurat.
"Dengan matinya listrik di ibukota Haiti, bandit-bandit mengambil kesempatan untuk melecehkan dan memperkosa wanita dan gadis-gadis muda di bawah tenda-tenda," kata kepala kepolisian nasional Mario Andresol kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ada angka pasti jumlah kasus kejahatan tersebut. Namun dikatakan Andresol, organisasi-organisasi wanita telah mengumpulkan kasus-kasus tersebut dan memberitahukannya ke misi PBB di Haiti.
Gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Haiti pada 12 Januari telah menewaskan sekitar 170.000 orang. Lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal. Akibatnya banyak dari mereka yang hingga saat ini masih tinggal di tenda-tenda darurat di ibukota.
Dikatakan Andresol, kekuatan polisi pun berkurang drastis akibat gempa tersebut. Kepolisian Haiti tadinya hanya memiliki 8 ribu anggota sebelum gempa. Kini banyak dari mereka yang tewas atau hilang. Bahkan banyak pula anggota kepolisian yang selamat namun belum bisa bertugas karena mengalami trauma.
(ita/iy)











































