"Jumlahnya sekitar 80 ekor. Mereka merusak perkebunan dan perumahan warga di sini," kata Eko Saputra, warga Desa Pauhranap, melalui fasilitas Info Anda detikcom, Jumat (29/1/2010).
Eko menuturkan, gajah ini biasanya melakukan perusakan secara berkelompok. Mereka mencabut tanaman sawit di perkebunan warga. "Sekarang diusir, gajahnya melawan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko menyatakan perusakan ini membuat warga menjadi resah. Warga desa itu telah melaporkannya ke Pemda setempat, namun sampai saat ini belum ada tanggapan sama sekali.
"Kita sudah lapor ke Pemda, tapi belum ada tanggapan," katanya.
(nal/iy)











































