Capres yang Diajukan PKS Jateng Pluralis

Capres yang Diajukan PKS Jateng Pluralis

- detikNews
Sabtu, 24 Apr 2004 00:53 WIB
Jakarta - Calon Presiden (Capres) yang diajukan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah dalam Majelis Syuro, 24-25 April besok sangat plural dan terbuka. Sejumlah tokoh nasionalis dan milter cukup banyak mendapat dukungan dari arus bawah.Hal tersebut diketahui dari hasil Jaring Capres Emas yang diselenggarakan PKS Jateng di 35 DPD Kota/Kabupaten Se-Jateng pekan ini. Nama-nama usulan Capres yang ada berasal dari tiap DPC yang diperoleh dari para anggota. Hasilnya kemudian diolah di tingkat DPD dan diajukan ke DPW untuk selanjutnya di bawa ke Majelis Syuro. Demikian rilis dari Humas PKS Jawa Tengah Tourmalina TN yang diterima detikcom, Jumat (23/4/2004) malam. Dalam rilis tersebut, Tourmalina mengatakan, nama Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan Wiranto mencuat di posisi dua dan tiga setelah Hidayat Nur Wahid. SBY dan Wiranto mendapat dukungan masing-masing dari 6 dan 5 DPD. Sementara Hidayat seperti yang sudah diduga sebelumnya mendapat dukungan terbesar dengan 14 suara DPD.Sementara tokoh muslim Hasyim Muzadi dan Amin Rais masing-masing hanya mendapat 3 suara dukungan DPD. Sementara mantan Presdien BJ Habibie mengantongi satu suara. Adapun 4 DPD lainnya mengusulkan untuk beroposisi.Mengomentari hasil itu, Ketua DPW PKS Jateng Muhammad Haris SS mengatakan, perolehan suara itu merupakan riil aspirasi dari arus bawah. Jadi ketika nama-nama itu muncul merupakan cerminan keinginan konstiuen PKS di Jateng.Hasil itu, kata Haris, juga menunjukkan bahwa PKS sebagai partai dakwah yang mengusung nilai-nilai Islam tak alergi terhadap tokoh-tokoh luar partai. Bahkan kemunculan tokoh militer dan nasionalis seperti SBY dan Wiranto yang mendapat suara signifikan semakin menunjukkan PKS cukup inlusif dan plural. Hidayat Nur Wahid sendiri walaupun mendapat suara terbanyak, sambung Haris, tak akan dicapreskan oleh PKS. Karena jauh-jauh hari sebelum pemilu Majelis Syuro sebagai majelis tertinggi partai telah menetapkan batas ambang minimal perolehan suara 20 % untuk mencapreskan kadernya. Sedangkan saat ini PKS kemungkinan hanya mendapat suara 8 persen. (zal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads